Showing posts with label Fecebook. Show all posts
Showing posts with label Fecebook. Show all posts

Facebook Luncurkan "Software" Pengenal Wajah

Jakarta (ANTARA News) - Facebook meluncurkan sebuah layanan baru yang akan secara otomatis mengenali wajah di foto yang diunggah ke jejaring sosial itu. Piranti lunak pengenal wajah itu akan memperkirakan nama orang yang ada dalam foto. Pengguna dapat menentukan apakah mereka akan men-tag orang yang ada dalam gambar itu atau tidak. Meski begitu, timbul kekhawatiran dari beberapa kalangan bahwa teknologi serupa akan digunakan oleh polisi untuk mengenali orang dalam foto. Teknisi Facebook Justin Mitchell mengatakan "tag-suggestions" itu bekerja lewat mencocokkan foto baru dengan foto lain dengan orang-orang yang sudah di-tag. Facebook mengatakan hanya "friends" yang mampu men-tag satu dengan lainnya dan hanya orang yang menjadi teman anda yang akan disodorkan sebagai pilihan tag. Foto serupa akan dikelompokkan dan piranti lunak itu akan membuat penggunanya mengetahui siapa yang ada dalam foto itu. Pengguna yang tak menginginkan namanya disebutkan dapat menggunakan pengaturan privasi di situs untuk mematikan fitur itu. Facebook telah menawarkan sebuah cara untuk men-tag satu orang dalam sekumpulan foto dan hal itu akan semakin mudah seiring waktu. "Tag suggestions" akan diluncurkan di Amerika Serikat pada 22 Desember . Setiap hari ada lebih dari 100 juta tag ke foto di Facebook. "Tagging sungguh penting untuk dikendalikan, karena setiap kali tag dibuat berarti ada foto anda di Internet yang anda tidak tahu," Ujar wakil presiden produk Facebook Chris Cox kepada CNET. Dalam sebuah posting blog yang menjelaskan tag suggestions, Facebook mengatakan piranti itu akan membuat tagging lebih mudah. "Jika anda mengunggah foto dari pernikahan sepupu anda, kami akan mengelompokkannya bersama gambar pengantin dan memperkirakan namaya. Ketimbang mengetik nama 64 kali, yang anda harus lakukan adalah cukup sekali klik dan simpan guna men-tag seluruh gambar dari sepupu anda." "Dengan membuat tagging lebih mudah dari sebelumnya, anda akan segera tahu ketika ada teman yang memasang foto. Kami memberi tahu anda ketika anda di-tag, dan anda dapat membatalkan tag anda setiap saat. dan seperti biasanya, hanya teman yang bisa men-tag satu sama lainnya di dalam foto.(yud/A038/BRT)

Sumber: Antara, Jumat, 17 Desember 2010

Phrases Geser FarmVille

New York (ANTARA News) - Aplikasi Phrases menggeser posisi FarmVille yang telah selama lima belas bulan menjadi aplikasi paling populer di Facebook. Phrases adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna Facebook memasang quote (kutipan), gambar dan kuis di "news feed" mereka. AppData menemukan, sampai bulan lalu jumlah pengguna Phrases sebanyak 54.4 juta. Jumlah pengguna FarmVille sebanyak 53.9 juta. Jumlah pengguna FarmVille menurun dari yang terbanyak sepanjang masa 83.8 penguna pada bulan Maret. Pada bulan itu Facebook berhenti mengirim notifikasi aplikasi dan pembaruan kepada teman-teman pengguna. Zynga, pembuat FarmVille, telah melihat penurunan jumlah pengguna aplikasi FarmVille sejak saat itu, tetapi sejauh ini masih menjadi pengembang "game" Facebook terbesar. Zynga juga membuat Texas HoldEm Poker, FrontierVille dan Mafia Wars, yang berada di peringkat ketiga, keempat, dan kelima dalam daftar AppData aplikasi Facebook terpopuler. Menurut CNN, Phrases mampu mengambil alih kepemimpinan FarmVille tanpa publik Amerika Serikat (AS). Pengembang Phrases, Takeoff Monkey, menghentikan aplikasi itu di AS dua minggu lalu. Mereka mengatakan itu keputusan sulit karena dukungan para penggemar di AS, dan itu tidak memberikan kronologi untuk memulihkan akses Amerika.

Jumlah pengguna Phrases setiap hari turun drastis menjadi hanya 5.5 juta setelah menghentikan aplikasi di AS. Sebelum menutup operasi mereka di AS, Phrases memiliki 8.1 pengguna. FarmVille masih bertahan di puncak untuk pengguna harian dengan 16.6 juta pengguna yang mengunjungi aplikasi setiap hari. WIndows Live Messenger berada di posisi kedua aplikasi Facebook harian dengan 9.8 juta pengunjung setiap hari. "Benar, Phrases memiliki jumlah pengguna aktif bulanan terbesar, tetapi penting untuk mencata bahwa cara pengguna terlibat dengan aplikasi tertentu bisa cukup tinggi variasinya," kata Justin Smith, pendiri Inside Network, perusahaan induk AppData, seperti dikutip CNN. "Permainan seperti FarmVille cenderung melibatkan para pengguna untuk jangka waktu lama dan memiliki model pendapatan melalui barang-barang virtual." Phrases terus menangkap minat para pengguna Facebook dengan menambah 2.3 juta pengguna selama minggu lalu. FarmVille kehilangan 395.000 pengguna pada jangka waktu yang sama. CNN mengabarkan, Facebook, Zynga dan Takeoff Monkey tidak bisa dimintai keterangan untuk saat ini.(ENY/S026)

Sumber: Antara, Jumat, 26 November 2010

Facebook Daftarkan Kata "Face" Sebagai Merek Dagang

Jakarta (ANTARA News) - Facebook mendaftarkan kata "Face" sebagai merek dagang karena tak ingin perusahaan lain menggunakan kata itu yang nantinya dapat merusak merk Facebook. Seperti dilaporkan Daily Mail, tahap pertama pendaftaran merek dagang tersebut telah disetujui. Jika semua dokumen dan urusan administrasi dipenuhi, merek dagang itu akan ditetapkan Kantor Paten Amerika Serikat dalam waktu enam bulan. Para pengacara hak paten selama ini meragukan bahwa Facebook akan mendapatkan merek dagang untuk istilah generik seperti "Face" yang berarti wajah. Langkah Facebook itu tampaknya akan memicu pertanyaan soal motif perusahaan tersebut dan kecurigaan tentang tujuan jangka panjang mereka. Saat ini Facebook memiliki lebih dari 500 pengguna dari seluruh dunia dan merupakan situs jejaring sosial terbesar. Selama enam bulan ke depan Facebook harus menunjukkan bahwa mereka adalah pengguna merek dagang tersebut, kemudian menyerahkan pernyataan sebagai pengguna merek, setelah itu barulah masuk tahap persetujuan akhir. Pengajuan dari Facebook tentang merek dagang itu terbatas pada situasi yang berhubungan dengan bisnisnya, karena itu masyarakat umum dapat terus menggunakan kata "face" tanpa khawatir melanggar hukum. Merek dagang itu berlaku pada "jasa telekomunikasi, yaitu menyediakan chat room online dan papan buletin elektronik untuk pengiriman pesan antar pengguna komputer dalam bidang umum dan materi sosial serta hiburan. " Selama Facebook membayar biaya yang jadi persyaratan, kemungkinan besar pengajuan tersebut akan disetujui, kata para pejabat. US Patent and Trademark Office telah membuka masa pengajuan keberatan dan tidak satupun yang mendaftar. Tapi, ada pengajuan agar masa untuk memasukkan keberatan tersebut diperpanjang. Pihak yang mengajukan hal itu adalah Aaron Greenspan, bekas mahasiswa Harvard yang menggugat Facebook dengan klaim bahwa pendiri jejaring sosial itu, Mark Zuckerberg, mencuri ide dari dia. Greenspan tidak mendaftarkan keberatan selama masa pengajuan tapi langkahnya menunjukkan bahwa cekcok mereka belum selesai.(A038/A038/BRT)

Sumber: Antara, Kamis, 25 November 2010

Tips Amankan Akun Twitter dan Facebook Anda

VIVAnews - Belakangan ini perampasan user name dan password akun email, situs jejaring sosial dan media sosial lainnya lewat cara penipuan (phising) kian marak. Bahkan menurut data Symantec Spam & Phising Report November 2010, kejahatan phising naik 80 persen dibanding bulan sebelumnya. Umumnya, pelaku menyebarkan link yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mencurigakan bagi penerimanya di berbagai jejaring atau media sosial. Jika korban mengklik link tersebut, maka pelaku dapat dengan mudah mencuri data-data pribadi korban, termasuk user name dan password. Berikut ini beberapa tips yang disarankan oleh Symantec, untuk menghindari agar akun Twitter, Facebook, atau email Anda tidak diserobot oleh orang lain yang tidak berkepentingan. Yang sebaiknya dilakukan:

· Berhenti berlangganan dari milis jika Anda tidak ingin menerima pesan lagi dari milis tersebut.

· Ketika mendaftar untuk menerima email, periksa juga item-item tambahan apa saja yang Anda inginkan bersamaan dengan email yang dikirimkan.

· Seleksi secara ketat situs-situs mana saja yang pantas Anda beritahukan alamat email Anda.

· Hindari mengabarkan alamat email Anda di dunia maya. Pertimbangkan pilihan alternatif- misalnya, gunakan alamat email yang berbeda saat mendaftar pada milis tertentu, gunakan beberapa alamat email untuk berbagai tujuan berbeda, atau buat akun email sekali pakai.

· Ikuti petunjuk yang disediakan oleh administrator, laporkan spam jika ada opsi untuk melakukannya.

· Hapus semua spam.

· Hindari mengklik pada link mencurigakan dalam email atau pesan IM, karena bisa saja akan menghubungkan ke situs palsu. Ketik manual alamat situs langsung pada kolomnya di browser lebih aman dibanding percaya pada link dalam pesan.

· Pastikan bahwa sistem operasi selalu dimutakhirkan dengan update terbaru, dan gunakan software keamanan yang mumpuni.

Yang sebaiknya tidak Dilakukan:

· Membuka lampiran dari email yang tidak dikenal. Lampiran ini dapat menginfeksi komputer Anda.

· Membalas spam. Biasanya alamat emailnya dipalsukan, dan membalas email spam akan menghasilkan spam-spam lain.

· Mengisi formulir dalam pesan yang meminta informasi pribadi atau keuangan atau kata sandi (password). Perusahaan bonafid tidak mungkin meminta informasi pribadi pelanggan lewat email. Jika ragu, hubungi perusahaan yang bersangkutan lewat mekanisme lain seperti menghubungi layanan kontak pelanggan.

· Membuka pesan spam.

· Membeli produk atau jasa dari pesan spam.

· Meneruskan peringatan virus apapun yang anda terima melalui email. Bisa jadi ini adalah berita bohong (hoax).

Sumber: vivanews.com, Kamis, 25 November 2010

Penemu www Kritik Facebook

London (ANTARA News) - Tim Berners Lee, penemu world wide web (www), mengkritik jejaring sosial, seperti Facebook, karena membatasi keterbukaan web. Berners-Lee berusaha mengingatkan orang-orang akan kekuatan web terbuka dan demokratis. "Web berevolusi menjadi alat yang kuat, ada di mana-mana karena itu dibangun pada prinsip egaliter dan karena ratusan individu, universitas dan perusahaan sudah bekerja, baik secara mandiri dan bersama-sama sebagai bagian dari World Wide Web Consortium, untuk memperluas kemampuannya berdasarkan prinsip itu," tulis Berners-Lee di jurnal Scientific America, seperti dikutip Telegraph. Tulisan Berners-Lee itu berjudul "Long Live the Web: A Call for Continued Open Standars and Neutrality." Dia kemudian mengatakan bahwa sifat demokratis dan keuniversalan terancam oleh beberapa dari "penghuni tersukses" belakangan ini. Dia terutama mengkritik Facebook, LinkedIn dan Friendster, karena membatasi aliran informasi yang tersedia bebas di web. "Facebook, LinkedIn, Friendster dan lainnya khususnya menyediakan nilai dengan menangkap informasi sebagaimana anda memasukinya: ulang tahun anda, alamat e-mail anda, kesukaan anda, dan 'link-link' yang mengindikasikan siapa berteman dengan siapa dan siapa yang ada dalam foto," tulis Berners-Lee. "Situs-situs itu mengumpulkan sedikit data ini dalam database cemerlang dan menggunakan kembali informasi itu untuk memberi nilai tambah layanan tetapi hanya dalam situs-situs mereka.

Sekali anda memasukkan data dalam salah satu layanan ini, anda tidak bisa menggunakannya dalam situs lain dengan mudah. Setiap situs adalah silo (bangunan kedap udara untuk menyimpan makanan ternak), memagari yang lain," kata Berners-Lee. "Ya, halaman situs anda ada di web, tetapi data anda tidak. Anda bisa mengakses halaman web mengenai daftar orang-orang yang anda buat di satu situs, tetapi anda tidak bisa mengirim daftar itu, atau item-item dari itu, ke situs lainnya." Facebook di bawah tekanan yang meningkat untuk membuka akses pada grafik sosialnya, aset paling kuatnya. Mark Zuckerberg, penemu dan pemimpin Facebook, menolak seruan ini saat di Web 2.0 Summit. Dia menolak memberi tahu kapan Facebook akan membuka serangkaian datanya ke seluruh web. Awal bulan ini Google melarang Facebook dan perusahaan-perusahaan lain, dari menggali data pengguna Gmail, sampai mereka memberi data mereka sendiri tersedia untuk Google. Facebook sejauh ini memolak bekerja sama. Berners-Lee dalam nukilannya juga memperingatkan perusahaan kabel yang mungkin juga menghalangi aliran data bebas di web. "Perusahaan-perusahaan televisi kabel yang menjual konektivitas internet mengingat apakah untuk membatasi para penguna internet mengunduh hanya hiburan racikan perusahaan," tulis Berners-Lee.(ENY/S026)

Sumber: Antara, Rabu, 24 November 2010

CityVille, Game Baru Zynga untuk Facebook

London (ANTARA News) - Setelah meraih sukses dengan "game" populer FarmVille, Zynga meluncurkan "game" Facebook terbarunya yang disebut CityVille. Lewat permainan itu pemain bisa menciptakan kota impian mereka dan menjadi walikota di kota ciptaan mereka. Versi beta dari "game" itu akan diluncurkan secara global beberapa minggu mendatang. CityVille akan tersedia dalam lima bahasa: Inggris, Jerman, Italia, Spanyol dan Perancis. "Game" ini hanya akan tersedia di Facebook dan untuk memainkannya tidak dipungut biaya. Namun, para pengguna bisa membeli kredit Facebook untuk membeli fitur tambahan. Sean Kelly, direktur studio Zynga, mengatakan bahwa CityVille adalah "game" Zynga paling sosial untuk saat ini. "Ini 'game' ketiga yang kami luncurkan tahun ini. Tujuannya adalah untuk membangun seluruh kota dan kemudian menjalankannya melalui komunikasi dengan teman-teman anda, juga bermain 'game.' Ini berbeda dengan Sims karena anda tak hanya mengurus karakter anda, anda mengurus seluruh kota yang anda bangun, dan semua orang dan urusan di dalamnya," kata Kelly kepada Telegraph. Menurut Zynga, keberhasilan pemain di CityVille ditentukan kemampuan pemain dalam meyeimbangkan kebutuhan orang-orang dengan urusan menjalankan restoran dan urusan lain, bahkan memanen tanaman. Bila pemain berhasil, mereka bahkan bisa menjual lisensi bisnis mereka kepada "kota-kota" teman lain. Zynga sudah menggunakan tampilan 3D dan gedung-gedung yang ada bisa diputar. CityVille merupakan "game" pertama Zynga yang memperbolehkan orang mengganti hal-hal pada papan permainan masing-masing, setelah ijin dari pemain diberikan. FarmVille, "game" terpopuler Zynga, memiliki pemain aktif sebanyak 60 juta. "Game" itu juga sudah diunduh oleh tiga puluh tiga juta orang di seluruh dunia. Zynga juga membuat "game-game" lain untuk Facebook seperti Mafia Wars, FrontierVille dan CafeWorld. Beberapa "game" itu juga bisa dimainkan di MySpace, tetapi konsentrasi utama Zynga adalah komunitas Facebook.

Sumber: Antara, Senin, 22 November 2010

Facebook dan Asmara Kaum Remaja

Jakarta (ANTARA News) - Facebook memiliki pengaruh dalam hubungan asmara anak-anak muda. Majalah Seventeen merilis hasil penelitian yang menggambarkan hubungan antara jejaring sosial itu dengan percintaan. "Remaja sangat sosial, dan Facebook memegang peran besar dalam kehidupan cinta mereka," kata Ann Shoket, pemimpin redaksi majalah Seventeen, seperti dikutip Mashable. Penelitian itu melibatkan 10.000 laki-laki dan perempuan berusia 16 hingga 21 tahun yang mengikuti jajak pendapat. Hasilnya menunjukkan, dalam seminggu pertemuan dengan orang baru, 79 persen orang mengkliknya sebagai teman. Dan, setelah menambahkan seorang teman baru, 60 persen orang melacak profil orang yang mereka sukai sehari sekali. Sebanyak 40 persen mengecek calon pacar mereka beberapa kali sehari. Bahkan, bertolak belakang dengan kepercayaan bahwa jejaring sosial mengganggu komunikasi interpersonal, 72 persen mengatakan berbicara dengan seseorang secara online membuat anda dekat dengan mereka dalam kehidupan nyata. Berdasarkan jajak pendapat Seventeen, 10 persen orang dicampakkan melalui facebook. Sebanyak 10 persen mengubah status hubungan mereka menjadi "single" untuk memutus pacar mereka. Laporan itu juga menggambarkan "penderitaan" Facebook setelah pengguna putus cinta. Sebanyak 27 persen orang mengubah koneksi mereka dengan mantan setelah putus cinta dengan memblokir, menyembunyikan News Feed mantan atau tidak berteman. Yang mengejutkan, 73 persen responden tetap berteman dengan mantan di Facebook. Penelitian itu juga menunjukkan, perempuan lebih menghakimi. Sebanyak 43 persen perempuan akan memutuskan tidak mengencani seseorang berdasarkan profil Facebook mereka, dibandingkan dengan 33 persen laki-laki. Kaum Adam juga cenderung lebih menutup status hubungan mereka. Sebanyak 17 persen laki-laki tidak membagi status hubungan mereka, dibandingkan dengan 12 persen perempuan. Kaum Hawa berpikir mengubah status hubungan mereka itu menarik. Sebanyak 50 persen perempuan memperoleh keluhan karena perubahan status itu, sepertiga laki-laki setuju, 24 persen laki-laki menganggap itu tidak perlu, dibandingkan dengan 17 persen perempuan.

Sumber: Antara, Senin, 22 November 2010

Nilai Murid Jeblok, Salah Facebook?

VIVAnews - Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu mereka untuk online terbukti merasa sulit berkonsentrasi di dalam kelas dan kurang memerhatikan apa yang diajarkan. Ini bukan sekadar asumsi, tetapi berdasarkan studi. Tidak sedikit guru yang kecewa melihat murid-murid menggunakan "bahasa chatting" seperti yang biasanya digunakan di fasilitas chat jejaring sosial, seperti 2mor, msg, lol, dan bk, saat berada dalam pelajaran tata bahasa Inggris (English grammar). Sebagaimana diketahui, studi yang dilakukan JCA ini melibatkan 500 guru yang tujuannya untuk memotivasi personal dan pengembangan sosial para guru di luar kelas atau sekolah. "Penelitian ini secara jelas menunjukkan bahwa siswa dari berbagai tingkat, mulai kelas atas hingga kelas bawah, menghabiskan waktu mereka lebih bayak di media sosial," kata seorang juru bicara JCA, yang dikutip dari Telegraph, Jumat 19 November 2010. "Ketimbang mencari pengalaman hidup di luar rumah, study tour, dan berinteraksi melalui tatap muka langsung dengan orang lain, anak-anak lebih terobsesi dengan jejaring sosial. Dan, ini secara tidak sadar membentuk sikap dan kepribadian mereka," katanya menjelaskan. Akibatnya, guru-guru mengkhawatirkan obsesi tersebut akan berdampak signifikan pada masa depan siswa-siwanya. "Hal ini terindikasi langsung pada nilai mereka yang rata-rata buruk dan sering gagal menyelesaikan pekerjaan rumah mereka tepat waktu. Kondisinya semakin buruk ketika mereka sulit berkonsentrasi di kelas," ujar juru bicara JCA lagi.

Akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa anak-anak yang memperoleh nilai jeblok di sekolah adalah anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jejaring sosial. Hal itu berdasarkan hasil penelitian dari 70 persen guru di Inggris yang sangat yakin, anak-anak semakin terobsesi pada situs-situs seperti Facebook, Twitter, dan MySpace. Dan, nyaris setengah dari 500 guru yang disurvei percaya gangguan ini memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi di kelas dan mengikuti pelajaran. Selain itu, diketahui sekitar 60 persen guru mengatakan kualitas pekerjaan rumah anak-anak memburuk karena mereka terburu-buru untuk menyelesaikannya. Menurut Kairen Cullen, seorang psikolog pendidikan, ini adalah masalah subjek kompleks. "Berdasarkan praktik klinis saya yang banyak melibatkan anak-anak dan kaum muda, memang pada hari ini, di usia tersebut, mengakses dan memahami jejaring sosial adalah sesuatu yang tak terelakkan," katanya. "Mereka sangat menikmati jejaring sosial, tetapi sesungguhnya timbul masalah ketika interaksi virtual malah mengganggu emosi anak di kehidupan nyata, atau membatasi perkembangan anak secara sosial dan emosional," ucap Cullen. Seharusnya, waktu yang diinvestasikan anak di media sosial dan di kehidupan nyata harus seimbang. Sebab, interaksi personal dinilai sangat penting untuk perkembangan anak secara sosial dan emosional. "Interaksi interpersonal secara langsung sangat berpengaruh agar perkembangan sosial anak tidak terdistorsi ke depannya," ujarnya dengan tegas. (pet)

Sumber: Vivanews.com, Jum'at, 19 November 2010

Facebook dan Twitter Rusak Bahasa

Pakar linguistik dari Universitas Kristen Petra Surabaya, Prof Dr Esther Kuntjara, menilai bahwa sejumlah situs jejaring sosial di dunia maya, seperti Facebook dan Twitter, serta sejenisnya telah merusak bahasa. "Hal itu karena dunia maya menggunakan bahasa lisan yang ditulis, bukan bahasa tulis atau bahasa lisan sehingga bahasa lisan yang ditulis dapat mengacaukan bahasa baku," katanya dalam seminar di kampus setempat, Selasa (1/6/2010). Setelah berbicara dalam seminar "Language in The Online and Offline World (LOOW)" yang digagas Jurusan Sastra Inggris UK Petra Surabaya itu, dosen UK Petra Surabaya tersebut menyatakan, bahasa lisan yang ditulis itu dikenal dengan istilah alay. "Saya sendiri tahu istilah bahasa alay itu justru dari penelusuran melalui Facebook. Yang jelas, bahasa alay itu mencampur aduk antara tulisan, lisan, dan gambar sehingga semuanya menjadi kacau," katanya. Menurut alumni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga itu, kekacauan bahasa itu terlihat karena peletakan gambar yang seenaknya dan kadang emosi juga diungkapkan secara tidak tepat. "Misalnya, kalau menyatakan tertawa keras ditulis dengan LOL. Padahal, mungkin saja penulis itu justru sedang marah, bukan tertawa, sehingga semuanya menjadi kacau atau rumit," kata alumni S2 dari San Francisco State University, AS, itu.

Anehnya, bahasa yang rusak itu katanya justru dianggap sebagai kreativitas. "Penutur bahasa dalam dunia maya memang kreatif, tapi kalau rusak-rusakan kok dibilang kreatif, sih," katanya sambil tersenyum. Dosen yang juga alumni S3 dari Indiana University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), itu mengatakan bahwa dunia maya juga memunculkan sosok yang mudah berubah dalam satu waktu. "Identitas dalam dunia maya itu mudah diubah sehingga kalau kita mau, apa saja bisa, bahkan bicara dengan sekian orang dengan karakter berbeda juga bisa, apalagi mengubah status di Facebook itu juga sangat mudah," katanya. Ia menambahkan kerusakan bahasa dan mudahnya perubahan identitas dalam dunia maya itu melahirkan generasi yang berani bersikap dan asosial atau individualis. "Bagaimana tidak dikatakan asosial, karena ayah, ibu, dan anak mengetahui kegiatan masing-masing hanya lewat dunia maya. Di dalam Facebook, si anak bilang saya sedang mandi, si ibu bilang kalau dirinya sedang makan, dan sebagainya. Semuanya lewat BB (Blackberry)," katanya. Di lain pihak, dalam kondisi seperti itu, katanya, Indonesia sangat tertinggal dalam kosa kata baru dalam istilah teknologi informasi sehingga orang mengambil bahasa aslinya, seperti komputer, online, download, upload, dan website, serta sebagainya. "Memang sudah diupayakan download diterjemahkan dengan unduh atau website dengan laman, tapi hal itu kalah cepat sehingga hal itu tidak laku," katanya.

Sumber: Kompas.com

Facebook Gratiskan Akses dari Ponsel

Facebook baru saja meluncurkan versi baru Facebook yang cepat bila diakses melalui perangkat mobile, yakni 0.facebook.com Situs baru berbasis teks ini merupakan versi Facebook yang telah 'dipangkas' sehingga bisa diakses lebih ringan dan cepat. Ia menampilkan fitur-fitur yang kurang lebih hampir sama dengan apa yang ditawarkan oleh m.facebook.com. Fitur-fitur itu meliputi update status, kabar berita (news feed), suka (like), komentari postingan orang, mengirim dan membalas pesan, serta menulis di dinding (wall) orang. Istimewanya, situs ini bisa diakses secara gratis di 45 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sebab, di negara-negara itu Facebook bekerja sama dengan lebih dari 50 operator selular untuk menyediakan layanan ini secara gratis. "Saat menggunakan internet dari ponsel, banyak orang di dunia mengalami hambatan, baik akses yang terlalu lambat maupun pilihan langganan data yang tak murah. Kami mendesain 0.facebook.com untuk membantu pengguna mengatasi dua hambatan itu," kata Sid Murlidhar, Program Manager, Facebook Mobile, lewat blog resmi perusahaannya. Di Indonesia, Facebook menggandeng Telkomsel, 3 (Tri), dan Axis, untuk menyediakan layanan situs ini secara gratis. Artinya, pelanggan ketiga operator ini bisa main Facebook di 0.facebook.com tanpa khawatir pulsanya berkurang satu sen pun, tak perlu juga berlangganan layanan data. Namun, untuk melihat atau mengunggah foto, layanan gratis Facebook dari operator tak akan berlaku. Pengguna akan dikenai biaya sesuai tarif data operator bersangkutan. Dalam waktu dekat, kata Facebook, layanan ini juga bisa dinikmati oleh pelanggan XL. Langkah ini, merupakan salah satu upaya Facebook untuk menjangkau pengguna yang lebih luas. Menurut studi yang dilakukan oleh Morgan Stanley, industri ponsel dan layanan sosial adalah dua industri yang memiliki pertumbuhan tercepat. Data resmi terakhir Facebook, ada lebih dari 100 juta pengguna ponsel yang mengakses Facebook melalui 200 operator yang tersebar di 80 negara. (art)

Sumber: vivanews.com

Komentar Facebook terhadap Blokir di Pakistan

Blokir Pakistan terhadap Facebook memancing komentar kekecewaaan dari jejaring sosial terpopuler itu. Facebook menyesalkan keputusan pengadilan Pakistan yang memerintahkan penutupan jejaring sosial itu. "Kami sangat kecewa dengan keputusan Pakistan memblokir Facebook tanpa peringatan sebelumnya. Kami yakin para pengguna Facebook di Pakistan juga merasakan hal yang sama," kata Facebook, seperti dikutip dari salah satu situs berita tentang Pakistan, Dawn.com. Facebook sendiri berjanji akan menganalisa kondisi di Pakistan serta pertimbangan hukum yang menyertainya, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. "Termasuk misalnya menjadikan konten yang dilarang, untuk tidak bisa diakses di Pakistan," kata Facebook melalui keterangan tertulisnya. Pemblokiran pemerintah Pakistan atas Facebook, diputuskan oleh pengadilan Pakistan karena adanya sebuah inisiatif kompetisi menggambar Nabi Muhammad SAW bertajuk "Draw Mohammed Day" oleh salah seorang pengguna Facebook.

Orang ini mengundang para pengguna Facebook lain untuk mengirimkan gambar karikatur Nabi hasil karya mereka, yang dalam ajaran Islam merupakan perbuatan yang tak diperbolehkan. Tentu saja hal ini memicu protes keras umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam hal ini, Facebook berketetapan menjadi medium diskusi yang terbuka bagi penggunanya dari seluruh dunia dengan berbagai latar belakang, sehingga kemungkinan besar tidak akan menghapus konten-konten kartun nabi yang disayembarakan. "Kami percaya bahwa pengguna Facebook memiliki kebebasan untuk mengekspresikan opini mereka, sehingga kami sepertinya tak akan menutup sebuah konten, grup, atau halaman spesifik yang menentang suatu negara, agama, ideologi politik, atau ide." "Sementara komentar-komentar atau konten berupa kritik terhadap budaya tertentu, negara, agama, gaya hidup, atau ideologi politik, bisa membuat orang lain marah, namun itu bukan merupakan alasan bagi kita untuk menghilangkan diskusi itu dari Facebook." Facebook memisalkan, konten-konten Nazi yang bagi negara-negara tertentu dianggap ilegal, bukan berarti akan dihapuskan sepenuhnya dari Faecbook. "Kebanyakan perusahaan akan melakukan pendekatan dengan mencegah konten-konten tersebut bisa terlihat oleh pengguna di negara yang melarangnya," kata Facebook. (hs)

Sumber: vivanews.com

Muslim Pakistan Demo Kecam Facebook

Ribuan warga Pakistan turun ke jalan hari ini, Jumat, 21 Mei 2010. Mereka melampiaskan amarah terhadap Facebook dan negara-negara Barat terkait lomba karikatur Nabi Muhammad di internet. Ribuan pelajar dan aktivis muslim sudah melakukan aksi protes di sejumlah kota di Pakistan. Namun, partai-partai agama menyerukan agar aksi protes dengan massa lebih besar digelar usia salat Jumat hari ini waktu Pakistan. Demonstrasi diperkirakan terjadi di kota Lahore, Karachi, Peshawar, dan Rawalpindi. Mereka yang akan ambil bagian adalah Jamaat-ud Dawa, kelompok militan yang dituduh terlibat dalam serangan Mumbai 2008. Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) telah memblokir akses ke situs jejaring sosial Facebook, YouTube, dan lebih dari 450 situs yang mengandung materi penghinaan. Seorang pengguna Facebook membentuk grup kompetisi 'Everyone Draw Mohammed Day' untuk mempromosikan kebebasan berekspresi. Grup yang diinspirasi oleh seorang perempuan kartunis Amerika tersebut menimbulkan kecaman dari negara muslim konservatif dengan 170 juta jiwa penduduk itu. (AP) –jn

Sumber: vivanews.com

Facebook Sederhanakan Setelan Privasi

Situs jejaring Facebook menjawab kritik dari banyak penggunanya terkait kontrol atas privasi mereka. Secara drastis, Facebook membuat aturan privasi menjadi lebih simpel. Seperti dikutip dari laman The Telegraph edisi Kamis, 26 Mei 2010, langkah ini diambil Facebook setelah keras dikritik atas terlampau kompleksnya pengaturan privasi di situs jejaring sosial itu. Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan kini hampir 500 juta pengguna Facebook akan lebih mudah mengontrol data pribadi mereka, seperti: umur, jenis kelamin, teman, bahkan gambar. "Banyak yang kami coba lakukan dalam beberapa pekan terakhir," kata Zuckerberg dalam jumpa pers. Ke depan, pengguna Facebook hanya perlu satu langkah mudah untuk mengatur privasi mereka. "Feedback dari pengguna sangat gencar. Kami tahu kalau penyederhanaan kontrol ini harus dilakukan," katanya. Pengaturan privasi di Facebook sebelumnya memaksa pengguna harus mengatur begitu banyak opsi pengaturan dan ini dinilai menyulitkan. Keputusan ini diambil setelah petinggi Facebook melakukan rapat internal di markas besar mereka di Palo Alto. Facebook menghadapi kritik keras setelah banyak penggunanya mengalami serangkaian kebocoran data privat mereka. Kasus-kasus itu membuat pengguna tak tahu seberapa publik informasi mereka di-share di Facebook. Banyak di antaranya mengancam akan berhenti menggunakan Facebook per 31 Mei ini. (kd)

Sumber: vivanews.com

Setelan Privasi Baru Facebook Masih Dikritik

Organisasi nirlaba pendukung hak sipil di Internet, the Electronic Frontier Foundation (EFF), menilai perubahan setelan privasi Facebook belum cukup. Meski demikian, EFF menilai Facebook telah selangkah lebih maju dalam upaya melindungi privasi penggunanya. "Perubahan ini bagus, namun masih banyak lagi yang diperlukan," kata Kevin Bankston dari EFF di laman organisasi itu. "Bagaimana pun," kata Bankston, "kami masih punya sejumlah isu mendasar tentang data pengguna yang dibagi melalui aplikasi Facebook pihak ketiga dan situs lainnya. Jadi, kami berharap perubahan ini hanyalah langkah pertama." Bankston mengingatkan, Facebook dulu mulai digemari karena menawarkan privasi yang lebih daripada MySpace dan Twitter. Seharusnya, EFF berpendapat, Facebook harus tetap berada di garis itu. Setelan baru Facebook sekarang, menurut Bankston, belum sepenuhnya sadar-privasi. Facebook masih mewajibkan sejumlah informasi dibuka untuk publik secara otomatis. EFF mendesak, seharusnya kontrol untuk menampilkan atau tidak menampilkan data-data personal itu sepenuhnya berada di tangan pengguna. Sementara itu, Simon Davies, Direktur Privacy International, juga mempertanyakan sejauh mana Facebook telah memperbaiki setelan privasinya. "Saya belum tahu apakah perubahan ini akan memuaskan orang," katanya kepada BBC.

Davies mengatakan konsep persahabatan Facebook bukanlah seperti di kehidupan nyata, muka bertemu muka. "Facebook memiliki pendekatan persahabatan yang monolitik. Padahal, ketika Anda membangun persahabatan, Anda juga menyesuaikan garis privasi di saat yang bersamaan. Saya harap Facebook mengikuti itu," katanya. Setelan privasi Facebook telah menjadi perdebatan sengit pada beberapa pekan terakhir. Rabu 26 Mei, Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer Facebook, mengumumkan mereka telah memperbaiki pengaturan privasi pengguna Facebook. Kini Facebook menerapkan mekanisme yang lebih mudah bagi pengguna untuk mengontrol seluruh data dan informasi personal mereka. Selengkapnya tentang itu bisa dibaca di sini. (kd)

Sumber: vivanews.com

Facebook Teratas di Top 1000 versi Google

Meski belakangan dihujani kritik terkait sistem privasi pengguna, Facebook ternyata malah makin digjaya di ranah maya. Menurut data trafik web yang dirilis Google, Jumat, 28 Mei 2010, jejaring sosial terbesar di dunia itu kini dikunjungi oleh 540 juta orang per bulannya, atau lebih dari 35 persen populasi pengguna internet. Menurut data global Google Ad Planner yang disediakan oleh Double Click, sekitar 570 miliar laman di Facebook.com disambangi orang. Jumlah itu delapan kali lebih besar dibanding Yahoo.com, kini berada di posisi kedua. Menurut Google, Yahoo.com cuma memperoleh 490 juta pengunjung per bulan. Seperti dikutip dari situs The Street, data dari Double Click (perusahaan penyedia data untuk keperluan pengiklan internet yang baru baru ini diakusisis oleh Facebook) mengumumkan 1.000 situs paling banyak dikunjungi di internet. Namun, mungkin untuk menjaga obyektivitas, perusahaan milik Google itu, tidak memasukkan peringkat Google serta dua produk Google lain: YouTube dan Gmail, ke dalam daftar. Setelah Facebook dan Yahoo, Live.com dari Microsoft menyusul di tempat ketiga dengan 370 juta pengunjung unik dan 39 miliar page view. Kemudian, diikuti Wikipedia, MSN.com, Microsoft.com, Blogspot.com, Baidu.com, GG.com, dan Mozilla.com.

Situs web forum nomor satu asal Indonesia, Kaskus, masuk pula ke dalam daftar top 1000 Google itu. Menduduki peringkat 755, Kaskus memanen 5,1 juta pengunjung unik dan 170 juta page view. Dari angka-angka yang diperoleh, menunjukkan bahwa Facebook adalah raja situs jejaring sosial. Sementara rival terdekatnya, Twitter, April lalu mengantungi 96 juta pengunjung unik dan 5,4 miliar page view. Data ini mendukung pernyataan Facebook yang mengklaim bahwa Facebook belum ditinggalkan oleh para anggotanya meski sejumlah politisi, grup konsumen, dan advokat menginginkan sistem perlindungan yang lebih ketat bagi informasi pribadi yang dicantumkan dalam akun Facebook. Hingga Jumat, hanya 23.515 orang yang mendaftar di situs 'We're Quitting Facebook' sebagai salah satu bentuk kampanye "membuang" layanan jaringan sosial dengan aksi protes yang menurut rencana akan dilakukan pada 31 Mei. Angka itu mewakili kurang dari 0,006 persen dari 400 juta lebih anggota Facebook. Situs yang diluncurkan pada 2004 itu sedang memeriksa kontrol privasi untuk menghadapi rentetan kritik dan kecaman karena merusak kepercayaan yang telah membuat Facebook menjadi jaringan sosial terbesar di dunia. (wm)

Sumber: vivanews.com

Ini Dia Kontrol Privasi Baru Facebook

Setting privasi Facebook telah menjadi perdebatan sengit pada beberapa pekan terakhir. Dengan pengumuman yang dilakukan Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer Facebook itu berharap gelombang kritik dan protes akan reda. “Kali ini kami melakukan banyak perubahan dalam satu waktu,” kata Zuckerberg, seperti dikutip dari Mashable, 27 Mei 2010. “Kami ingin menyederhanakan kontrol, dan masukan dari pengguna sangat berharga bagi kami,” ucapnya. Kini Facebook menerapkan kontrol yang mudah bagi pengguna untuk seluruh data dan informasi mereka. Dengan beberapa klik, pengguna bisa mengubah seluruh setting dan perubahan juga berlaku surut. Perubahan juga berlaku pada produk atau layanan yang akan dirilis kemudian hari. Saat Anda membuka halaman setting privasi, setting privasi yang saat ini sedang Anda gunakan akan muncul. Setting privasi tersebut tidak akan secara otomatis diubah ke setting yang disarankan. Pengguna cukup mengklik satu tombol (Everyone, Friends of Friends, atau Friends Only) di kolom sebelah kiri untuk memblokir atau membuka seluruh informasi bagi kelompok pengguna tersebut. Pengguna juga bisa memilih informasi apa yang akan dibuka untuk kelompok pengguna tertentu. Kalau Anda memilih setting yang direkomendasikan, status, foto, posting, bio, quote favorit, keluarga, dan status hubungan Anda bisa dilihat oleh semua orang. Adapun informasi kontak pribadi diset untuk dapat bisa dilihat hanya oleh teman saja. Dengan kontrol yang lebih sederhana ini, Facebook yakin pengguna tidak akan kesulitan. Meski demikian, tentunya tidak semua pengguna akan dipuaskan oleh opsi privasi baru Facebook tersebut. (mt)

Sumber: vivanews.com

Facebook Blokir Akses Pengguna Asal India

Facebook diblokir total di Pakistan pekan lalu. Di India, situs jejaring sosial tersebut memilih untuk memblokir pengguna asal negara tersebut yang ingin membuka halaman “Everybody draw Mohammed Day!”. Langkah tersebut diambil Facebook setelah menerima protes dari umat Islam di negara tersebut seputar halaman yang mengundang pengguna Facebook memasang karikatur Nabi Muhammad. “Untuk menghormati peraturan, standar, dan kebiasaan di kawasan setempat, kami memutuskan untuk menolak akses ke halaman “Everyone Draw Mohammed!” dari India,” kata juru bicara Facebook, seperti dikutip dari PCWorld, 25 Mei 2010. “Kami melakukan ini setelah dihubungi oleh pihak berwajib dan mengamati masalah ini secara khusus,” ucapnya. Juru bicara tersebut menyebutkan, Facebook tidak menghapus halaman tersebut. “Kami hanya memblokir akses pengguna yang berasal dari India,” ucapnya. Di India, pada Information Technolocy Act 2008 disebutkan bahwa pemerintah bisa memblokir situs internet pada kondisi tertentu. Meski demikian, pemerintah India belum mengambil langkah pemblokiran terhadap Facebook. (mt)

Sumber: vivanews.com

Sophos: 60 Persen Facebooker Ingin Berhenti

Sophos, perusahaan spesialis keamanan IT mengungkapkan hasil penelitian terbaru mereka. Meski metode pengumpulan data mereka tidak dijelaskan, hasilnya, tercatat bahwa 60 persen pengguna Facebook mempertimbangkan untuk berhenti. Sophos sendiri melakukan survey terhadap 1.588 pengguna Facebook. Meski jumlah responden tersebut tidaklah mewakili lebih dari 400 juta pengguna situs jejaring sosial Facebook, akan tetapi 60 persen pengguna yang ingin berhenti tentunya merupakan kabar yang mengejutkan. Seperti dikutip dari AllFacebook, 23 Mei 2010, jumlah pengguna yang melakukan pencarian dengan keyword ‘delete Facebook account’ di Google melonjak dalam beberapa pekan terakhir akibat masalah privasi, jumlah pengguna yang benar-benar menghapus akun mereka tak sampai 60 persen. Bahkan sejumlah pengguna yang diwawancara AllFacebook menyatakan bahwa meski Facebook bermasalah, mereka tidak akan meninggalkan situs jejaring sosial tersebut. Disebutkan, alasan utama mereka masih ada di Facebook adalah karena teman-teman mereka masih aktif di sana. Pengguna bahkan cenderung tidak mempermasalahkan seputar privasi. Meski banyak juga pengguna yang khawatir akan keselamatan informasi mereka, tetapi setting pilihan privasi yang diberikan Facebook terlalu rumit untuk pengguna kebanyakan. Untuk itu Facebook berusaha membuat opsi yang lebih sederhana. Selain itu, meski jumlah pengguna yang benar-benar berhenti dari Facebook meningkat dalam beberapa pekan terakhir, kemungkinan 60 persen pengguna berhenti berinteraksi di sana dalam waktu dekat relatif kecil. Bagaimana dengan Anda? Ada rencana berhenti Facebook-an akibat masalah privasi? (jn)

Sumber: vivanews.com

Zero, Layanan Facebook Ramah Bandwidth

Seperti dikabarkan sebelumnya, Facebook telah merilis versi situs jejaring sosial untuk perangkat bergerak demi menghemat bandwidth operator yang sangat berharga. Situs yang dimaksud adalah Facebook Zero dan bisa diakses dari http://zero.facebook.com. Dibandingkan dengan situs versi mobile yakni http://m.facebook.com, Zero lebih ringan dan hanya menawarkan teks. “Facebook menawarkan layanan untuk menghemat bandwidth di jaringan operator,” kata Chamath Palihapitiya, seperti VIVAnews kutip dari Techcrunch, 22 April 2010. “Ini dilakukan dengan menutup fitur yang penuh data seperti foto dan video,” ucapnya. Saat ini, kata juru bicara Facebook tersebut, pihaknya sedang mendiskusikannya sebagai pilihan agar membuat Facebook pada mobile web tersedia untuk semua orang, bisa diakses dari mana saja serta memungkinkan operator mendorong penggunaan internet mobile. “Operator bisa menawarkan Facebook Zero sebagai layanan gratis pada pelanggannya dan mengenakan biaya tambahan bila pengguna ingin mengakses versi yang lebih kaya akan konten multimedia,” ucap Palihapitiya. Langkah ini serupa dengan yang dilakukan oleh berbagai layanan web lain yang sudah ada sebelumnya. Versi minimalis dari layanan itu disediakan secara gratis dan pengguna yang ingin mengakses lebih banyak konten dipersilakan menggunakan versi berbayar. Facebook sendiri tampak sangat serius memperhatikan pengguna mobile mereka. Pasalnya beberapa waktu lalu mereka berhasil melampaui angka 100 juta pengguna mobile yang mengakses Facebook lewat handset. (umi)

Sumber: vivanews.com

Facebook Enyahkan Grup WikiLeaks

Wikileaks, situs nirlaba yang memaparkan dokumen-dokumen rahasia berupa video tentang invasi militer Amerika Serikat yang melakukan pembantaian terhadap sejumlah wartawan di Irak, melaporkan bahwa grup mereka di Facebook telah hilang alias dihapus. Hal ini diketahui melalui posting Twitter WikiLeaks (@wikileaks) hari ini, yang mengatakan laman WikiLeaks di Facebook telah dihapus bersama dengan 30.000 fans di dalamnya, dikutip VIVAnews dari laman News.com, Rabu 21 April 2010. Pada laman yang ditinggalkan, ditemui catatan Facebook yang menyebutkan bahwa laman WikiLeaks tersebut menyiarkan tindakan ilegal. Sementara itu, terdapat laman baru yang mengklaim sebagai laman WikiLeaks resmi di Facebook, dengan jumlah fans lebih dari 500. Pada laman yang baru saja dibuat per 13 April tersebut, terpampang catatan yang mengatakan "menunggu fans yang migrasi dari laman lain." Menanggapi hal ini, seorang jurubicara Facebook menuturkan, penutupan laman dengan anggota yang lebih dari 30.000 itu dikarenakan beberapa faktor. Sebagian besar adalah karena komplain dari seorang anggota tentang konten di dalamnya yang kurang pantas. Facebook juga mengaku tidak mengubah Pernyataan Hak dan Tanggung Jawab-nya, yang menyebabkan laman WikiLeaks ditutup karena tidak pantas. Untuk diketahui, nama WikiLeaks mencuat sejak menerbitkan dokumen pemerintah maupun bisnis yang sensitif sejak diluncurkan tahun 2006. Dokumen terbarunya adalah cuplikan video yang menggambarkan militer Amerika Serikat yang membantai sejumlah warga sipil, termasuk jurnalis, dengan menggunakan helikopter dari langit Baghdad, Irak. WikiLeaks juga memasang link rekaman video tersebut di laman Facebook-nya. Kemungkinan besar, sejak itu Facebook menghapus grup tersebut. Namun, Facebook menampiknya. Tak lama muncul laman sejenis yang berdasarkan desas-desus yang beredar adalah grup rekayasa yang dibikin oleh orang-orang di dalam Facebook sendiri. (hs)

Sumber: vivanews.com