
Sumber: Antara, Jumat, 17 Desember 2010

Sumber: Antara, Jumat, 17 Desember 2010

Jumlah pengguna Phrases setiap hari turun drastis menjadi hanya 5.5 juta setelah menghentikan aplikasi di AS. Sebelum menutup operasi mereka di AS, Phrases memiliki 8.1 pengguna. FarmVille masih bertahan di puncak untuk pengguna harian dengan 16.6 juta pengguna yang mengunjungi aplikasi setiap hari. WIndows Live Messenger berada di posisi kedua aplikasi Facebook harian dengan 9.8 juta pengunjung setiap hari. "Benar, Phrases memiliki jumlah pengguna aktif bulanan terbesar, tetapi penting untuk mencata bahwa cara pengguna terlibat dengan aplikasi tertentu bisa cukup tinggi variasinya," kata Justin Smith, pendiri Inside Network, perusahaan induk AppData, seperti dikutip CNN. "Permainan seperti FarmVille cenderung melibatkan para pengguna untuk jangka waktu lama dan memiliki model pendapatan melalui barang-barang virtual." Phrases terus menangkap minat para pengguna Facebook dengan menambah 2.3 juta pengguna selama minggu lalu. FarmVille kehilangan 395.000 pengguna pada jangka waktu yang sama. CNN mengabarkan, Facebook, Zynga dan Takeoff Monkey tidak bisa dimintai keterangan untuk saat ini.(ENY/S026)
Sumber: Antara, Jumat, 26 November 2010

Sumber: Antara, Kamis, 25 November 2010
VIVAnews - Belakangan ini perampasan user name dan password akun email, situs jejaring sosial dan media sosial lainnya lewat cara penipuan (phising) kian marak. Bahkan menurut data Symantec Spam & Phising Report November 2010, kejahatan phising naik 80 persen dibanding bulan sebelumnya. Umumnya, pelaku menyebarkan link yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mencurigakan bagi penerimanya di berbagai jejaring atau media sosial. Jika korban mengklik link tersebut, maka pelaku dapat dengan mudah mencuri data-data pribadi korban, termasuk user name dan password. Berikut ini beberapa tips yang disarankan oleh Symantec, untuk menghindari agar akun Twitter, Facebook, atau email Anda tidak diserobot oleh orang lain yang tidak berkepentingan. Yang sebaiknya dilakukan: · Berhenti berlangganan dari milis jika Anda tidak ingin menerima pesan lagi dari milis tersebut.
· Ketika mendaftar untuk menerima email, periksa juga item-item tambahan apa saja yang Anda inginkan bersamaan dengan email yang dikirimkan.
· Seleksi secara ketat situs-situs mana saja yang pantas Anda beritahukan alamat email Anda.
· Hindari mengabarkan alamat email Anda di dunia maya. Pertimbangkan pilihan alternatif- misalnya, gunakan alamat email yang berbeda saat mendaftar pada milis tertentu, gunakan beberapa alamat email untuk berbagai tujuan berbeda, atau buat akun email sekali pakai.
· Ikuti petunjuk yang disediakan oleh administrator, laporkan spam jika ada opsi untuk melakukannya.
· Hapus semua spam.
· Hindari mengklik pada link mencurigakan dalam email atau pesan IM, karena bisa saja akan menghubungkan ke situs palsu. Ketik manual alamat situs langsung pada kolomnya di browser lebih aman dibanding percaya pada link dalam pesan.
· Pastikan bahwa sistem operasi selalu dimutakhirkan dengan update terbaru, dan gunakan software keamanan yang mumpuni.
Yang sebaiknya tidak Dilakukan:
· Membuka lampiran dari email yang tidak dikenal. Lampiran ini dapat menginfeksi komputer Anda.
· Membalas spam. Biasanya alamat emailnya dipalsukan, dan membalas email spam akan menghasilkan spam-spam lain.
· Mengisi formulir dalam pesan yang meminta informasi pribadi atau keuangan atau kata sandi (password). Perusahaan bonafid tidak mungkin meminta informasi pribadi pelanggan lewat email. Jika ragu, hubungi perusahaan yang bersangkutan lewat mekanisme lain seperti menghubungi layanan kontak pelanggan.
· Membuka pesan spam.
· Membeli produk atau jasa dari pesan spam.
· Meneruskan peringatan virus apapun yang anda terima melalui email. Bisa jadi ini adalah berita bohong (hoax).
Sumber: vivanews.com, Kamis, 25 November 2010
London (ANTARA News) - Tim Berners Lee, penemu world wide web (www), mengkritik jejaring sosial, seperti Facebook, karena membatasi keterbukaan web. Berners-Lee berusaha mengingatkan orang-orang akan kekuatan web terbuka dan demokratis. "Web berevolusi menjadi alat yang kuat, ada di mana-mana karena itu dibangun pada prinsip egaliter dan karena ratusan individu, universitas dan perusahaan sudah bekerja, baik secara mandiri dan bersama-sama sebagai bagian dari World Wide Web Consortium, untuk memperluas kemampuannya berdasarkan prinsip itu," tulis Berners-Lee di jurnal Scientific America, seperti dikutip Telegraph. Tulisan Berners-Lee itu berjudul "Long Live the Web: A Call for Continued Open Standars and Neutrality." Dia kemudian mengatakan bahwa sifat demokratis dan keuniversalan terancam oleh beberapa dari "penghuni tersukses" belakangan ini. Dia terutama mengkritik Facebook, LinkedIn dan Friendster, karena membatasi aliran informasi yang tersedia bebas di web. "Facebook, LinkedIn, Friendster dan lainnya khususnya menyediakan nilai dengan menangkap informasi sebagaimana anda memasukinya: ulang tahun anda, alamat e-mail anda, kesukaan anda, dan 'link-link' yang mengindikasikan siapa berteman dengan siapa dan siapa yang ada dalam foto," tulis Berners-Lee. "Situs-situs itu mengumpulkan sedikit data ini dalam database cemerlang dan menggunakan kembali informasi itu untuk memberi nilai tambah layanan tetapi hanya dalam situs-situs mereka. Sekali anda memasukkan data dalam salah satu layanan ini, anda tidak bisa menggunakannya dalam situs lain dengan mudah. Setiap situs adalah silo (bangunan kedap udara untuk menyimpan makanan ternak), memagari yang lain," kata Berners-Lee. "Ya, halaman situs anda ada di web, tetapi data anda tidak. Anda bisa mengakses halaman web mengenai daftar orang-orang yang anda buat di satu situs, tetapi anda tidak bisa mengirim daftar itu, atau item-item dari itu, ke situs lainnya." Facebook di bawah tekanan yang meningkat untuk membuka akses pada grafik sosialnya, aset paling kuatnya. Mark Zuckerberg, penemu dan pemimpin Facebook, menolak seruan ini saat di Web 2.0
Sumber: Antara, Rabu, 24 November 2010

Sumber: Antara, Senin, 22 November 2010

Sumber: Antara, Senin, 22 November 2010
VIVAnews - Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu mereka untuk online terbukti merasa sulit berkonsentrasi di dalam kelas dan kurang memerhatikan apa yang diajarkan. Ini bukan sekadar asumsi, tetapi berdasarkan studi. Tidak sedikit guru yang kecewa melihat murid-murid menggunakan "bahasa chatting" seperti yang biasanya digunakan di fasilitas chat jejaring sosial, seperti 2mor, msg, lol, dan bk, saat berada dalam pelajaran tata bahasa Inggris (English grammar). Sebagaimana diketahui, studi yang dilakukan JCA ini melibatkan 500 guru yang tujuannya untuk memotivasi personal dan pengembangan sosial para guru di luar kelas atau sekolah. "Penelitian ini secara jelas menunjukkan bahwa siswa dari berbagai tingkat, mulai kelas atas hingga kelas bawah, menghabiskan waktu mereka lebih bayak di media sosial," kata seorang juru bicara JCA, yang dikutip dari Telegraph, Jumat 19 November 2010. "Ketimbang mencari pengalaman hidup di luar rumah, study tour, dan berinteraksi melalui tatap muka langsung dengan orang lain, anak-anak lebih terobsesi dengan jejaring sosial. Dan, ini secara tidak sadar membentuk sikap dan kepribadian mereka," katanya menjelaskan. Akibatnya, guru-guru mengkhawatirkan obsesi tersebut akan berdampak signifikan pada masa depan siswa-siwanya. "Hal ini terindikasi langsung pada nilai mereka yang rata-rata buruk dan sering gagal menyelesaikan pekerjaan rumah mereka tepat waktu. Kondisinya semakin buruk ketika mereka sulit berkonsentrasi di kelas," ujar juru bicara JCA lagi. Akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa anak-anak yang memperoleh nilai jeblok di sekolah adalah anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jejaring sosial. Hal itu berdasarkan hasil penelitian dari 70 persen guru di Inggris yang sangat yakin, anak-anak semakin terobsesi pada situs-situs seperti Facebook, Twitter, dan MySpace. Dan, nyaris setengah dari 500 guru yang disurvei percaya gangguan ini memengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi di kelas dan mengikuti pelajaran. Selain itu, diketahui sekitar 60 persen guru mengatakan kualitas pekerjaan rumah anak-anak memburuk karena mereka terburu-buru untuk menyelesaikannya. Menurut Kairen Cullen, seorang psikolog pendidikan, ini adalah masalah subjek kompleks. "Berdasarkan praktik klinis saya yang banyak melibatkan anak-anak dan kaum muda, memang pada hari ini, di usia tersebut, mengakses dan memahami jejaring sosial adalah sesuatu yang tak terelakkan," katanya. "Mereka sangat menikmati jejaring sosial, tetapi sesungguhnya timbul masalah ketika interaksi virtual malah mengganggu emosi anak di kehidupan nyata, atau membatasi perkembangan anak secara sosial dan emosional," ucap Cullen. Seharusnya, waktu yang diinvestasikan anak di media sosial dan di kehidupan nyata harus seimbang. Sebab, interaksi personal dinilai sangat penting untuk perkembangan anak secara sosial dan emosional. "Interaksi interpersonal secara langsung sangat berpengaruh agar perkembangan sosial anak tidak terdistorsi ke depannya," ujarnya dengan tegas. (pet)
Sumber: Vivanews.com, Jum'at, 19 November 2010
Pakar linguistik dari Universitas Kristen Petra Surabaya, Prof Dr Esther Kuntjara, menilai bahwa sejumlah situs jejaring sosial di dunia maya, seperti Facebook dan Twitter, serta sejenisnya telah merusak bahasa. "Hal itu karena dunia maya menggunakan bahasa lisan yang ditulis, bukan bahasa tulis atau bahasa lisan sehingga bahasa lisan yang ditulis dapat mengacaukan bahasa
Anehnya, bahasa yang rusak itu katanya justru dianggap sebagai kreativitas. "Penutur bahasa dalam dunia maya memang kreatif, tapi kalau rusak-rusakan kok dibilang kreatif, sih," katanya sambil tersenyum. Dosen yang juga alumni S3 dari Indiana University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), itu mengatakan bahwa dunia maya juga memunculkan sosok yang mudah berubah dalam satu waktu. "Identitas dalam dunia maya itu mudah diubah sehingga kalau kita mau, apa saja bisa, bahkan bicara dengan sekian orang dengan karakter berbeda juga bisa, apalagi mengubah status di Facebook itu juga sangat mudah," katanya. Ia menambahkan kerusakan bahasa dan mudahnya perubahan identitas dalam dunia maya itu melahirkan generasi yang berani bersikap dan asosial atau individualis. "Bagaimana tidak dikatakan asosial, karena ayah, ibu, dan anak mengetahui kegiatan masing-masing hanya lewat dunia maya. Di dalam Facebook, si anak bilang saya sedang mandi, si ibu bilang kalau dirinya sedang makan, dan sebagainya. Semuanya lewat BB (Blackberry)," katanya. Di lain pihak, dalam kondisi seperti itu, katanya,
Sumber: Kompas.com
Facebook baru saja meluncurkan versi baru Facebook yang cepat bila diakses melalui perangkat mobile, yakni 0.facebook.com Situs baru berbasis teks ini merupakan versi Facebook yang telah 'dipangkas' sehingga bisa diakses lebih ringan dan cepat. Ia menampilkan fitur-fitur yang kurang lebih hampir sama dengan apa yang ditawarkan oleh m.facebook.com. Fitur-fitur itu meliputi update status, kabar berita (news feed), suka (like), komentari postingan orang, mengirim dan membalas pesan, serta menulis di dinding (wall) orang. Istimewanya, situs ini bisa diakses secara gratis di 45 negara di seluruh dunia, termasuk
Sumber: vivanews.com
Blokir
Orang ini mengundang para pengguna Facebook lain untuk mengirimkan gambar karikatur Nabi hasil karya mereka, yang dalam ajaran Islam merupakan perbuatan yang tak diperbolehkan. Tentu saja hal ini memicu protes keras umat Islam di berbagai negara, termasuk
Sumber: vivanews.com
Ribuan warga
Sumber: vivanews.com
Situs jejaring Facebook menjawab kritik dari banyak penggunanya terkait kontrol atas privasi mereka. Secara drastis, Facebook membuat aturan privasi menjadi lebih simpel. Seperti dikutip dari laman The Telegraph edisi Kamis, 26 Mei 2010, langkah ini diambil Facebook setelah keras dikritik atas terlampau kompleksnya pengaturan privasi di situs jejaring sosial itu. Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan kini hampir 500 juta pengguna Facebook akan lebih mudah mengontrol data pribadi mereka, seperti: umur, jenis kelamin, teman, bahkan gambar. "Banyak yang kami coba lakukan dalam beberapa pekan terakhir," kata Zuckerberg dalam jumpa pers. Ke depan, pengguna Facebook hanya perlu satu langkah mudah untuk mengatur privasi mereka. "Feedback dari pengguna sangat gencar. Kami tahu kalau penyederhanaan kontrol ini harus dilakukan," katanya. Pengaturan privasi di Facebook sebelumnya memaksa pengguna harus mengatur begitu banyak opsi pengaturan dan ini dinilai menyulitkan. Keputusan ini diambil setelah petinggi Facebook melakukan rapat internal di markas besar mereka di
Sumber: vivanews.com
Organisasi nirlaba pendukung hak sipil di Internet, the Electronic Frontier Foundation (EFF), menilai perubahan setelan privasi Facebook belum cukup. Meski demikian, EFF menilai Facebook telah selangkah lebih maju dalam upaya melindungi privasi penggunanya. "Perubahan ini bagus, namun masih banyak lagi yang diperlukan," kata Kevin Bankston dari EFF di laman organisasi itu. "Bagaimana pun," kata Bankston, "kami masih punya sejumlah isu mendasar tentang data pengguna yang dibagi melalui aplikasi Facebook pihak ketiga dan situs lainnya. Jadi, kami berharap perubahan ini hanyalah langkah pertama." Bankston mengingatkan, Facebook dulu mulai digemari karena menawarkan privasi yang lebih daripada MySpace dan Twitter. Seharusnya, EFF berpendapat, Facebook harus tetap berada di garis itu. Setelan baru Facebook sekarang, menurut Bankston, belum sepenuhnya sadar-privasi. Facebook masih mewajibkan sejumlah informasi dibuka untuk publik secara otomatis. EFF mendesak, seharusnya kontrol untuk menampilkan atau tidak menampilkan data-data personal itu sepenuhnya berada di tangan pengguna. Sementara itu, Simon Davies, Direktur Privacy International, juga mempertanyakan sejauh mana Facebook telah memperbaiki setelan privasinya. "Saya belum tahu apakah perubahan ini akan memuaskan orang," katanya kepada BBC.
Davies mengatakan konsep persahabatan Facebook bukanlah seperti di kehidupan nyata, muka bertemu muka. "Facebook memiliki pendekatan persahabatan yang monolitik. Padahal, ketika Anda membangun persahabatan, Anda juga menyesuaikan garis privasi di saat yang bersamaan. Saya harap Facebook mengikuti itu," katanya. Setelan privasi Facebook telah menjadi perdebatan sengit pada beberapa pekan terakhir. Rabu 26 Mei, Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer Facebook, mengumumkan mereka telah memperbaiki pengaturan privasi pengguna Facebook. Kini Facebook menerapkan mekanisme yang lebih mudah bagi pengguna untuk mengontrol seluruh data dan informasi personal mereka. Selengkapnya tentang itu bisa dibaca di sini. (kd)
Sumber: vivanews.com
Meski belakangan dihujani kritik terkait sistem privasi pengguna, Facebook ternyata malah makin digjaya di ranah maya. Menurut data trafik web yang dirilis Google, Jumat, 28 Mei 2010, jejaring sosial terbesar di dunia itu kini dikunjungi oleh 540 juta orang per bulannya, atau lebih dari 35 persen populasi pengguna internet. Menurut data global Google Ad Planner yang disediakan oleh Double Click, sekitar 570 miliar laman di Facebook.com disambangi orang. Jumlah itu delapan kali lebih besar dibanding Yahoo.com, kini berada di posisi kedua. Menurut Google, Yahoo.com cuma memperoleh 490 juta pengunjung per bulan. Seperti dikutip dari situs The Street, data dari Double Click (perusahaan penyedia data untuk keperluan pengiklan internet yang baru baru ini diakusisis oleh Facebook) mengumumkan 1.000 situs paling banyak dikunjungi di internet. Namun, mungkin untuk menjaga obyektivitas, perusahaan milik Google itu, tidak memasukkan peringkat Google serta dua produk Google lain: YouTube dan Gmail, ke dalam daftar. Setelah Facebook dan Yahoo, Live.com dari Microsoft menyusul di tempat ketiga dengan 370 juta pengunjung unik dan 39 miliar page view. Kemudian, diikuti Wikipedia, MSN.com, Microsoft.com, Blogspot.com, Baidu.com, GG.com, dan Mozilla.com.
Situs web forum nomor satu asal
Sumber: vivanews.com
Setting privasi Facebook telah menjadi perdebatan sengit pada beberapa pekan terakhir. Dengan pengumuman yang dilakukan Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer Facebook itu berharap gelombang kritik dan protes akan reda. “Kali ini kami melakukan banyak perubahan dalam satu waktu,” kata Zuckerberg, seperti dikutip dari Mashable, 27 Mei 2010. “Kami ingin menyederhanakan kontrol, dan masukan dari pengguna sangat berharga bagi kami,” ucapnya. Kini Facebook menerapkan kontrol yang mudah bagi pengguna untuk seluruh data dan informasi mereka. Dengan beberapa klik, pengguna bisa mengubah seluruh setting dan perubahan juga berlaku surut. Perubahan juga berlaku pada produk atau layanan yang akan dirilis kemudian hari. Saat Anda membuka halaman setting privasi, setting privasi yang saat ini sedang Anda gunakan akan muncul. Setting privasi tersebut tidak akan secara otomatis diubah ke setting yang disarankan. Pengguna cukup mengklik satu tombol (Everyone, Friends of Friends, atau Friends Only) di kolom sebelah kiri untuk memblokir atau membuka seluruh informasi bagi kelompok pengguna tersebut. Pengguna juga bisa memilih informasi apa yang akan dibuka untuk kelompok pengguna tertentu. Kalau Anda memilih setting yang direkomendasikan, status, foto, posting, bio, quote favorit, keluarga, dan status hubungan Anda bisa dilihat oleh semua orang. Adapun informasi kontak pribadi diset untuk dapat bisa dilihat hanya oleh teman saja. Dengan kontrol yang lebih sederhana ini, Facebook yakin pengguna tidak akan kesulitan. Meski demikian, tentunya tidak semua pengguna akan dipuaskan oleh opsi privasi baru Facebook tersebut. (mt)
Sumber: vivanews.com
Facebook diblokir total di Pakistan pekan lalu. Di India, situs jejaring sosial tersebut memilih untuk memblokir pengguna asal negara tersebut yang ingin membuka halaman “Everybody draw Mohammed Day!”. Langkah tersebut diambil Facebook setelah menerima protes dari umat Islam di negara tersebut seputar halaman yang mengundang pengguna Facebook memasang karikatur Nabi Muhammad. “Untuk menghormati peraturan, standar, dan kebiasaan di kawasan setempat, kami memutuskan untuk menolak akses ke halaman “Everyone Draw Mohammed!” dari
Sumber: vivanews.com
Sophos, perusahaan spesialis keamanan IT mengungkapkan hasil penelitian terbaru mereka. Meski metode pengumpulan data mereka tidak dijelaskan, hasilnya, tercatat bahwa 60 persen pengguna Facebook mempertimbangkan untuk berhenti. Sophos sendiri melakukan survey terhadap 1.588 pengguna Facebook. Meski jumlah responden tersebut tidaklah mewakili lebih dari 400 juta pengguna situs jejaring sosial Facebook, akan tetapi 60 persen pengguna yang ingin berhenti tentunya merupakan kabar yang mengejutkan. Seperti dikutip dari AllFacebook, 23 Mei 2010, jumlah pengguna yang melakukan pencarian dengan keyword ‘delete Facebook account’ di Google melonjak dalam beberapa pekan terakhir akibat masalah privasi, jumlah pengguna yang benar-benar menghapus akun mereka tak sampai 60 persen. Bahkan sejumlah pengguna yang diwawancara AllFacebook menyatakan bahwa meski Facebook bermasalah, mereka tidak akan meninggalkan situs jejaring sosial tersebut. Disebutkan, alasan utama mereka masih ada di Facebook adalah karena teman-teman mereka masih aktif di
Sumber: vivanews.com
Seperti dikabarkan sebelumnya, Facebook telah merilis versi situs jejaring sosial untuk perangkat bergerak demi menghemat bandwidth operator yang sangat berharga. Situs yang dimaksud adalah Facebook Zero dan bisa diakses dari http://zero.facebook.com. Dibandingkan dengan situs versi mobile yakni http://m.facebook.com, Zero lebih ringan dan hanya menawarkan teks. “Facebook menawarkan layanan untuk menghemat bandwidth di jaringan operator,” kata Chamath Palihapitiya, seperti VIVAnews kutip dari Techcrunch, 22 April 2010. “Ini dilakukan dengan menutup fitur yang penuh data seperti foto dan video,” ucapnya. Saat ini, kata juru bicara Facebook tersebut, pihaknya sedang mendiskusikannya sebagai pilihan agar membuat Facebook pada mobile web tersedia untuk semua orang, bisa diakses dari mana saja serta memungkinkan operator mendorong penggunaan internet mobile. “Operator bisa menawarkan Facebook Zero sebagai layanan gratis pada pelanggannya dan mengenakan biaya tambahan bila pengguna ingin mengakses versi yang lebih kaya akan konten multimedia,” ucap Palihapitiya. Langkah ini serupa dengan yang dilakukan oleh berbagai layanan web lain yang sudah ada sebelumnya. Versi minimalis dari layanan itu disediakan secara gratis dan pengguna yang ingin mengakses lebih banyak konten dipersilakan menggunakan versi berbayar. Facebook sendiri tampak sangat serius memperhatikan pengguna mobile mereka. Pasalnya beberapa waktu lalu mereka berhasil melampaui angka 100 juta pengguna mobile yang mengakses Facebook lewat handset. (umi)
Sumber: vivanews.com
Wikileaks, situs nirlaba yang memaparkan dokumen-dokumen rahasia berupa video tentang invasi militer Amerika Serikat yang melakukan pembantaian terhadap sejumlah wartawan di Irak, melaporkan bahwa grup mereka di Facebook telah hilang alias dihapus. Hal ini diketahui melalui posting Twitter WikiLeaks (@wikileaks) hari ini, yang mengatakan laman WikiLeaks di Facebook telah dihapus bersama dengan 30.000 fans di dalamnya, dikutip VIVAnews dari laman News.com, Rabu 21 April 2010. Pada laman yang ditinggalkan, ditemui catatan Facebook yang menyebutkan bahwa laman WikiLeaks tersebut menyiarkan tindakan ilegal. Sementara itu, terdapat laman baru yang mengklaim sebagai laman WikiLeaks resmi di Facebook, dengan jumlah fans lebih dari 500. Pada laman yang baru saja dibuat per 13 April tersebut, terpampang catatan yang mengatakan "menunggu fans yang migrasi dari laman lain." Menanggapi hal ini, seorang jurubicara Facebook menuturkan, penutupan laman dengan anggota yang lebih dari 30.000 itu dikarenakan beberapa faktor. Sebagian besar adalah karena komplain dari seorang anggota tentang konten di dalamnya yang kurang pantas. Facebook juga mengaku tidak mengubah Pernyataan Hak dan Tanggung Jawab-nya, yang menyebabkan laman WikiLeaks ditutup karena tidak pantas. Untuk diketahui, nama WikiLeaks mencuat sejak menerbitkan dokumen pemerintah maupun bisnis yang sensitif sejak diluncurkan tahun 2006. Dokumen terbarunya adalah cuplikan video yang menggambarkan militer Amerika Serikat yang membantai sejumlah warga sipil, termasuk jurnalis, dengan menggunakan helikopter dari langit
Sumber: vivanews.com
© Copyright by KABARE-TEKNOLOGI | Template by Blogspot tutorial