Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

2015, Trafik Mobile Meningkat 5 Kali Lipat

VIVAnews - Pada tahun 2015, trafik jaringan mobile dunia diperkirakan akan membengkak menjadi 20,4 milyar gigabyte. Menurut ABI Research, pada akhir tahun 2010, para pengguna mobile akan menghasilkan lebih dari 3,7 miliar gigabyte untuk trafik suara dan data. Pertumbuhan cepat di sektor ini didiskusikan dalam acara Huawei Asia Pacific CTO Forum yang ke-4 bertemakan Mobile Internet: Today and Tomorrow di Hong Kong minggu ini. Indikasinya dapat dilihat dari penggunaaan smartphone yang mudah ditemukan di setiap pasar. Tak cuma di negara maju saja seperti di Jepang, Taiwan, dan Australia, tetapi juga di Indonesia, India, Filipina, dan China. Evolusi jaringan menjadi salah satu faktor penting yang membedakan layanan operator dewasa ini. Sebab itu, Huawei mengindikasikan bahwa pertumbuhan mobile Internet membutuhkan koordinasi yang efektif antara terminal, pipa, dan platform awan. "Tanpa infrastruktur komputasi awan yang ditopang jaringan kuat, smartphone dan tablet akan sia-sia. Mereka kehilangan banyak kemampuannya dan hanya menjadi sebuah mainan mahal untuk orang dewasa," ujar Weimin Ying, presiden produk jaringan LTE Huawei Technologies, dalam keterangan resminya, Minggu 21 November 2010. Industri mobile broadband sedang menghadapi transformasi yang menyeluruh. Menurut Ying, layanan komputasi akan semakin meningkat, karena tak lama lagi semuanya memerlukan pipa untuk mempertahankan layanannya pada konsumen. Sementara konsumen membutuhkan akses mobile yang stabil. "Karena itu, kerjasama dari seluruh industri harus ditingkatkan untuk mengatasi lonjakan permintaan dan menampung trafik mobile broadband yang dapat mencapai 500 kali lipat dalam dekade berikutnya," tukas Ying. "Operator harus fokus pada tiga kunci utama untuk memanfaatkan popularitas mobile broadband dan mobile Internet, yakni investasi untuk teknologi generasi berikutnya seperti LTE, memperluas sumber spektrum, dan menyediakan infrastruktur yang tepat sehingga memungkinkan jangkauan yang lebih intensif di daerah- daerah hotspot," tandasnya. (sj)

Sumber: Vivanews.com, Minggu, 21 November 2010

Amerika Kaji Blokir Sinyal Ponsel di Mobil

VIVAnews - Sekitar 5.500 orang tewas dan 500.000 cedera setiap tahun akibat kecelakaan kendaraan bermotor akibat penggunaan ponsel saat mengemudi. Bagaimana cara menguranginya?

Sekadar sosialisasi kini sudah tidak mempan. Namun, memblokir frekuensi radio atau sinyal telepon genggam di dalam kendaraan bisa menjadi solusi praktis. Ya, kurang lebih demikian rencana Menteri Transportasi Amerika Serikat, Ray LaHood, untuk meminimalisir penggunaan ponsel saat berkendara. Teknologi yang secara otomatis menon-aktifkan ponsel di dalam mobil bisa menjadi wajib hukumnya. Ray LaHood telah mempublikasikan kampanyenya yang bertajuk Faces of Distracted Driving, yang bertujuan untuk menyadarkan para pengguna kendaraan bermotor akan bahayanya penggunaan ponsel saat di jalan. "Sudah banyak teknologi yang dapat mematikan sinyal ponsel, dan kami sedang mengkajinya," kata LaHood pada MSNBC awal minggu ini, Jumat 19 November 2010. Dia menekankan, sekitar 5.000 orang tewas akibat kelalaian dalam berkendara bukanlah hal yang sepele. Sebab itu, tumpukan proposal, yang diterima LaHood, menyarankan untuk mengimplementasikan teknologi serupa di dalam mobil. Sayangnya, ada beberapa masalah jika teknologi yang menon-aktifkan ponsel di dalam mobil diterapkan. Pertama, aplikasi teknologi ini tentu saja akan memakan biaya sangat mahal. Dampaknya, produsen otomotif mau tidak mau menaikkan banderol harga mobil-mobilnya. Kedua, semua orang tak akan bisa menggunakan fasilitas selular apa pun, tak cuma sopir tetapi juga penumpangnya. Ketiga, bisakah dibayangkan jika ponsel Anda non aktif di saat darurat? Seperti tersesat atau menjadi sasaran kejahatan perampokan? Keempat, fitur-fitur GPS dalam ponsel akan menjadi kenangan. Ide ini masih dalam pengkajian Departemen Transportasi di Amerika Serikat. Kalau hanya sekadar menon-aktifkan sinyal ponsel di dalam mobil, mungkin sudah ada puluhan bahkan ratusan perangkat yang mampu. Namun, belum ada teknologi yang benar-benar efisien dan mampu meminimalisir penggunaan ponsel di dalam mobil secara efektif. Pasalnya, antara larangan berkendara sambil menggunakan ponsel dan larangan berkendara dalam keadaan mabuk berbeda dan tidak bisa disamakan.

Sumber: Vivanews.com, 19-11-2010

Penggunaan Wadah Plastik Harus Aman Bagi Kesehatan

Jakarta, 8/7 (ANTARA) - Penggunaan wadah makanan dan minuman dari bahan plastik harus aman bagi kesehatan konsumen, dan memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan pemerintah. "Saat ini sudah ada peraturan dari Menteri Perindustrian bahwa wadah makanan dapat dikatakan aman bila memenuhi persyaratan `food grade", yakni tidak bersifat racun," ujar peneliti dari IPB Bogor, Prof. Dr. Ir. Puryanto Hariyadi, MSC, di Jakarta, Kamis. Menurut dia, salah satu zat yang dapat membahayakan kesehatan, namun sering digunakan dalam pembuatan wadah makanan dan minuman, adalah melamin. Melamin adalah senyawa organik yang bersifat basa dengan rumus C3H6N6, yang kandungan nitrogennya sampai 66 persen. Zat ini mudah terurai jika bersinggungan dengan lemak dan suhu yang panas, katanya. "Bila terkena suhu yang panas, melamin mudah terkontaminasi dengan makanan atau minuman, yang bila dikonsumsi secara akumulatif dapat menyebabkan penyakit kanker, perubahan hormon, dan kelahiran berjenis kelamin ganda," ujarnya. Terkait dengan bahaya melamin tersebut, pemerintah telah mengeluarkan ketentuan bahwa wadah makanan yang terbuat dari plastik harus diberi tanda segitiga khusus, yang di dalamnya diberi angka tertentu, sesuai dengan komposisi bahan baku wadah dimaksud. Selain itu, wadah tersebut juga perlu dilengkapi dengan stempel standarisasi "BPA free" dari BPPOM Kemkes, bahwa produk itu aman bagi kesehatan, ujar Puryanto, saat peluncuran produk wadah makanan yang praktis dan higienis "Lock n` Lock". (pso-191/K004)

Sumber: Antara, Jumat, 9 Juli 2010

Orang Asia, Kegemukan dan Kanker

Hong Kong (ANTARA News) - Orang Asia yang kelebihan berat badan atau kegemukan lebih mungkin untuk meninggal akibat kanker dibandingkan dengan orang yang memiliki berat normal, demikian hasil satu studi besar di Asia. Kegemukan dianggap sebagai salah satu faktor risiko serangan kanker tertentu di Barat, tapi setakat ini belum jelas apakah penyakit itu menimbulkan risiko yang sama bagi orang Asia, sebagaimana dikutip dari Reuters. Para peneliti memantau 401.215 orang di China, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Australia dan Selandia Baru selama empat tahun. Dibandingkan dengan orang yang memiliki berat normal, para peserta studi tersebut yang kegemukan menghadapi kemungkinan 21 persen lebih besar untuk meninggal akibat kanker, sementara mereka yang kelebihan berat badan menghadapi kemungkinan enam persen lebih tinggi, demikian temuan studi tersebut. Para peneliti itu mendapati peserta yang kegemukan sangat rentan terhadap kanker usus, dubur, payudara, indung telur, cervix, prostat dan leukemia. "Orang yang kelebihan berat dan kegemukan pada masyarakat di seluruh wilayah Asia-Pasifik memiliki risiko mencolok untuk meninggal akibat kanker," tulis para peneliti tersebut di dalam dokumen yang diterbitkan di The Lancet Oncology, Rabu. "Berbagai strategi baru sangat diperlukan untuk menangani wabah kegemukan di Asia guna mencegah peningkatan lebih lanjut beban kanker di wilayah ini," kata kelompok peneliti itu --yang dipimpin oleh Christine Parr di University of Oslo di Norwegia. Telah terjadi peningkatan pesat jumlah orang yang kegemukan di banyak negara Asia dalam beberapa dasawarsa belakangan, yang dipicu oleh kemakmuran pertumbuhan dan perpindahan orang dari pinggiran ke kota besar, tempat mereka menjadi kurang gerak dan memakan makanan yang lebih banyak mengandung lemak.(C003/A024)

Sumber: Antara, Rabu, 30 Juni 2010

Orang Tibet Paling Cepat Ber-Evolusi

VIVAnews - Etnis Tibet mengalami evolusi dengan laju paling cepat dalam sejarah manusia. Pasalnya, gen dalam tubuh orang Tibet cepat mengalami mutasi untuk menyesuaikan diri dengan tempat hidup mereka di ketinggian. Suatu tim ilmuwan dari Beijing Genomics Institute menemukan bahwa etnis Tibet mengembangkan gen tidak biasa yang membuat mereka bertahan hidup dengan udara tipis di pegunungan Tibet. "Ini merupakan perubahan genetik tercepat dalam tubuh manusia," kata Rasmus Nielsen, seorang profesor biologi di University of California yang menganalisis studi tim ilmuwan China, seperti dikutip dari laman harian The Telegraph. Menurut para ilmuwan tersebut, etnis Tibet dan etnis Han China terbagi ke dalam dua populasi terpisah sekitar tiga ribu tahun lalu saat etnis Tibet pindah ke pegunungan di sekitar Himalaya. Etnis Tibet dengan cepat mengembangkan kemampuan untuk hidup di ketinggian 13.000 kaki di mana level oksigen 40 persen lebih rendah daripada kawasan setinggi permukaan laut. Pada ketinggian itu, manusia lebih mudah merasa lelah, sering mengalami sakit kepala, melahirkan bayi dengan berat badan rendah dengan tingkat kematian bayi tinggi. Namun, etnis Tibet sama sekali tidak mengalami persoalan tersebut. Salah satu faktor mengapa etnis Tibet mampu bertahan adalah mutasi gen bernama EPAS1. Gen tersebut memproduksi zat protein yang penting dalam mendeteksi tingkat oksigen dan berpengaruh pada metabolisme tubuh. Para ilmuwan juga membandingkan gen dari warga sebuah desa di Tibet yang tinggal di ketinggian 14 ribu kaki dengan warga di Beijing, China. Mereka menemukan bahwa varian gen EPAS1 tersebut dimiliki oleh sembilan persen etnis Han China. Sedangkan 87 persen etnis Tibet memiliki gen tersebut. Sebelum penemuan ini, peristiwa evolusi tercepat yang dialami manusia adalah evolusi masyarakat usia dewasa di Eropa utara sekitar 7.500 tahun lalu. Evolusi tersebut berupa kemampuan tubuh orang dewasa dalam mencerna susu dan mentoleransi laktosa.

PENGUKUHAN GURU BESAR; Biofisika Kedokteran Jawab Masalah Penyakit

Manado, Kompas - Fisika kedokteran, lebih khusus bidang ilmu biofisika kedokteran, kini dapat menjawab permasalahan berbagai penyakit sampai pada tingkat seluler molekuler, antara lain penyakit saraf, jantung, dan infeksi HIV serta AIDS. Hal tersebut diungkapkan Dr Vennetia Danes (48) dalam pidato pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Fisika Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Selasa (6/7) di Manado. Selain Danes, Unsrat juga mendapatkan guru besar baru dalam bidang biologi laut, yakni Dr Georis Fontje Kaligis. Menurut Danes, biofisika kedokteran merupakan domain studi yang menggunakan fisika untuk menerangkan proses biologi untuk aplikasi kedokteran. Seperti halnya kebanyakan studi yang berkembang, biofisika kedokteran sangat bergantung pada kolaborasi antardisiplin, yakni antara fisika tradisional, biokimia, dan fisiologi. Ia mengatakan, sampai abad ke-19 kolaborasi antardisiplin sudah biasa dilakukan bagi peneliti fisika untuk menyumbangkan pengetahuannya pada berbagai bidang. Seorang dokter tidak hanya belajar histologi mata dan telinga, tetapi juga dapat menelaah teori penglihatan dan pendengaran.

Juga fisikawan

Ilmuwan terkenal Herman von Helmholtz, selain sebagai dokter andal, juga seorang fisikawan terkemuka yang mengembangkan frekuensi bicara dan musik. Karya Helmholtz tentang termodinamika yang ditekankan pada energi bebas ternyata dapat digunakan untuk pengaturan suhu tubuh manusia baik dalam keadaan normal maupun sakit. Danes menambahkan, sel merupakan unit dasar dalam kehidupan yang menempati titik tengah antara skala molekul dan mikroskopis. Jadi, untuk memahami bagaimana berbagai organisme dibentuk dan bagaimana mereka berfungsi, harus memahami mekanisme molekuler dan prinsip fisika yang menyebabkan pengorganisasian seluler maupun pengorganisasian secara fungsional. Menurut Danes, yang selama ini dikenal sebagai ahli jantung di Manado, biofisika pada subdivisi fisiologi berperan penting untuk menjawab berbagai permasalahan penyakit. Sebagai contoh, penyakit jantung iskemia/infarktus dan mekanisme terjadinya pecahan membran sel jantung ”miosit” lazimnya diterangkan secara biofisika membran. Riset jantung seluler molekuler kini bisa dilakukan dengan menggunakan teknik khusus yang dapat memperkaya pengetahuan keilmuwanan tentang perjalanan penyakit jantung dan mekanisme yang bertanggung jawab terhadap penyakit ini. Saat ini riset pada biofisika kedokteran kontemporer menyangkut pencitraan kesehatan antara lain berupa riset tentang proses molekuler, sementara terjadinya kanker oleh radiasi sampai pada diagnosis kanker bisa dengan menggunakan radiolabeling. Beberapa tahun terakhir kontribusi biofisika sangatlah berarti, misalnya pada penemuan-penemuan protein membran yang berubah akibat serangan virus influenza. ”Semua hal kini dapat diterangkan oleh biofisika,” katanya. (ZAL)

Sumber: kompas, Rabu, 7 Juli 2010

Burung Merpati Simpan Banyak Serangga Berbahaya

Sejumlah peneliti yang mempelajari burung merpati telah menemukan pada burung ini membawa dua serangga yang bisa menyebabkan penyakit dan membuat mereka berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Hasil penemuan tim peneliti dari Spanyol menunjukkan bahwa walau bakteri tersebut bisa berbahaya pada manusia, mereka terlihat tidak merugikan burung tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters. Burung merpati-- yang dianggap "tikus dengan sayap" bagi yang menganggap mereka menyebar penyakit-- bisa berpesan sebagai "reservoir" untuk serangga-serangga berbahaya, kata para peneliti. "Binatang yang hidup secara dekat dengan manusia bisa memiliki simpanan patogen berbahaya untuk manusia," menurut tulisan Fernando Esperon dari Pusat Riset Kesehatan Binatang di Madrid, yang memimpin penelitian. "Karena itu, burung tersebut memiliki resiko penyakit ke dalam populasi manusia," katanya. Warga di kota-kota seperti London, Venesia, New York, San Fransisco cenderung memiliki hubungan baik-buruk dengan jutaan merpati dalam kota yang mendominasi plaza kota, kafe pinggir jalan, dan banyak monumen. Kotoran mereka mengotori Trafalgar square di London, St. Mark`s square di Venesia, dan Times Square di New York, tempat mereka tanpa henti memakan bekas makanan dan potongan roti.

Untuk penelitian ini, yang dipublikasikan di jurnal BioMed Centeral, Acta Veterinaria Scandinavica, Esperon dan koleganya menganalisa 118 merpati yang tertangkap mengunakan pistol berpeluru jaring dari areal perkotaan Madrid untuk menemukan prevalensi bakteri yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia. Mereka menemukan serangga bernama Chlamydophila psittaci pada 52,6 persen merpati yang ditangkap, dan serangga lain bernama Campylobacter jejuni sebesar 69,1 persen. Infeksi psittacosis pada manusia cenderung dimulai dengan gejala meyerupai flu dan berkembang menjadi radang paru-paru yang mengancam jiwa. Menurut Esperon, serangga dari spesies campylobacter merupakan salah satu penyebab utama diare akut di dunia. "Bahkan, dibanyak negara seperti Inggris dan Wales, Kanada, Australia dan Selandia Baru, kasus diare akut yang disebabkan oleh infeksi Campylobacter jejuni lebih banyak daripada infeksi akibat spesien salmonella," tulisnya. Selayaknya serangga lainnya, bakteri salmonella bisa menyebabkan demam, diare, mual dan muntah pada penderita. Para peneliti mengatakan walau burung tersebut tidak terliha sakit oleh bakteri itu, mereka berpotensi menyebarkan ke manusia. "Data ini harus diperhatikan untuk mengendalikan populasi merpati," tulis mereka. (KR-IFB/A024)

Sumber: Antara

"1001 Fakta Unik Laut", dari Mahasiswa untuk Masyarakat

Mahasiswa ilmu kelautan Universitas Padjadjaran membuat buku berjudul "1001 Fakta Unik Laut" yang merupakan hasil kompilasi tulisan para mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad angkatan 2008 dengan bimbingan dosen Noir Primadona Purba. Noir Primadona Purba, seperti dikutip laman Unpad.ac.id, Kamis, mengatakan buku itu disusun berdasarkan tantangannya terhadap mahasiswa dalam mata kuliah oseanografi untuk membuat semacam buku yang menjawab berbagai pertanyaan masyarakat awam berkenaan dengan fenomena di laut. Menurut Noir, ia berharap mahasiswa dapat menghasilkan suatu produk, baik berupa buku, film, instrumen, maupun alat penelitian. Selama satu bulan proses pengerjaan buku itu, Noir dibantu 70 mahasiswa dan dua dosen yang bertugas sebagai kontributor. Tema pertanyaan yang diangkat pada buku itu antara lain berhubungan dengan fisika laut, biologi laut, dan oseanografi. Satrio dan Christon, mahasiswa yang mendapat tugas mengedit dan menata tampilan buku itu mengatakan, proses penyusunan buku dikerjakan di sela-sela kuliah dan ujian akhir semester. Secara teknis mahasiswa yang diberi pertanyaan kemudian diminta mencari jawabannya dari berbagai sumber yang kemudian diperiksa dan disunting ulang oleh dosen. Satrio mengatakan penyusunan buku ini sempit karena dikerjakan di sela-sela tugas kuliah yang cukup banyak dan persiapan ujian akhir semester. Buku itu rencananya akan diperbanyak dan dibagikan gratis kepada perpustakaan SMP, SMA dan instansi terkait untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang berbagai fenomena di laut. "1001 Fakta Unik Laut" belum mencapai 1001 hal. Noir menjelaskan bahwa buku edisi pertama itu rencananya memang akan dilanjutkan mahasiswa jurusan yang sama angkatan berikutnya dalam edisi-edisi selanjutnya hingga mencapai 1001.(KR-ASJ/A038)

Sumber: Antara

Deplu: Agustus 2010 RI Bisa Ekplorasi di Aceh Besar

Indonesia pada Agustus 2010 diperkirakan sudah akan mengantongi izin otoritas internasional untuk melakukan ekploitasi dan eksplorasi sumber-sumber daya mineral di landas kontinen di luar 200 mil di kawasan Aceh Besar. Kemungkinan itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional-Kementerian Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, dalam wawancara dengan ANTARA melalui surat elektronik, Senin. Havas menyatakan optimis bahwa Commission on the Limits of the Continental Shelf (CLCS), yaitu komisi yang melakukan pemeriksaan terhadap batas terluar landas kontinen negara, pada Agustus 2010 di New York akan menyetujui "submission" (berbagai persyaratan yang telah diajukan Indonesia menyangkut klaim wilayah landas kontinen di luar 200 mil). Menurut Havas, yang terpilih dan sepanjang pekan lalu bertindak sebagai Presiden pertemuan SPLOS (Negara-negara Pihak Konvensi Hukum Laut 1982 PBB/UNCLOS) di New York, saat ini setidaknya sudah 50 negara yang mengajukan "submission" kepada CLCS. Jika melihat kapasitas anggota CLCS yang total berjumlah 21 orang --mengurusi tiga subkomisi, pemeriksaan "submission" yang diajukan negara-negara tersebut diperkirakan baru akan selesai pada tahun 2031 . Banyak negara dilaporkan menyatakan keberatan dengan kemungkinan tersebut karena mereka ingin segera melakukan eksploitasi dan eksplorasi di landas kontinen di luar 200 mil.

Landas kontinen di luar 200 mil disebut-sebut banyak mengandung berbagai mineral untuk berbagai kebutuhan, seperti untuk obat-obatan. "Bahkan ada beberapa riset yang mengatakan ada berlian juga. Eksploitasi dan ekplorasi banyak dilakukan di dalam wilayah 200 mil. Di luar itu, memang masih belum banyak negara yang melakukannya," kata Havas. Dalam kesempatan Pertemuan ke-20 SPLOS yang dipimpin Havas di Markas Besar PBB, New York, pada 14-18 Juni itu, CLCS membuat pengecualian dengan mempercepat proses pemeriksaan "submission" bagi Indonesia dan beberapa negara lainnya. Proses terhadap Indonesia dipercepat karena Indonesia telah menyelesaikan survei seismik sementara tim nasional RI juga telah menyampaikan data terbaru kepada CLCS. "Kita akhirnya dinilai bisa segera diselesaikan "submission"nya pada bulan Agustus tahun ini," ungkap Havas. Selain untuk Aceh Besar, Indonesia juga akan mengajukan"`submission" untuk Sumba dan Papua. "Yang baru selesai baru Aceh Besar. Kita akan mengupayakan agar Sumba dan Papua juga bisa dipercepat pengajuan"submission"nya," ujar Havas. Jika "submission" untuk Aceh Besar disetujui pada Agustus, Indonesia bisa segera mengeksploitasi dan mengeksplorasi sumber-sumber daya mineral. "Dan yang pasti, wilayah landas kontinen kita bertambah," tambah Havas. Pertemuan ke-20 SPLOS itu sendiri mengeluarkan sejumlah keputusan, antara lain menyetujui anggaran Pengadilan Internasional Hukum Laut (ITLOS) beserta peningkatan gaji bagi para hakimnya, serta rekomendasi-rekomendasi untuk membuat CLCS bekerja lebih baik.

Sumber: vivanews.com

Ovi Maps, Petunjuk Arah Bagi Ponsel Nokia

Setelah versi betanya muncul, Ovi Maps, aplikasi peta milik Nokia, kini hadir dengan versi terbarunya, yakni Ovi Maps 3.0. Ovi Maps 3.0 yang mengadopsi teknologi Google Maps versi mobile, dalam proses pemetaan, Ovi Maps 3.0 menawarkan kemampuan sinkronisasi antara perangkat bergerak dengan versi desktop. Dengan begitu, pencarian akan lebih mudah, karena hasil pencarian alamat atau lokasi tertentu bisa terkirim melalui udara ke handset Nokianya. Layanan pemetaan bergerak ini juga mengadopsi data dari beberapa penyedia konten peta seperti Lonely Planet, Michelin, dan Wcities, untuk menyuguhkan lokasi-lokasi yang penting bagi pengguna, mulai dari boutique, restoran, warung kopi, dan semacamnya.Yang membuatnya lebih menariknya, informasi yang disajikan Ovi juga dilengkapi dengan review tempat-tempat yang ditampilkannya. Ovi Maps, diperkaya lagi dengan informasi tentang ramalan cuaca. seperti dilansir dari situs Information Week, Ovi Maps juga menyediakan peta dengan resolusi tinggi, baik 2D maupun 3D. Namun, untuk peta 3D, Ovi Maps baru mampu menyajikannya di 200 kota. Dengan peta 3D, pengguna bisa melihat lokasi dengan kerangka lansekap atau miring, dan memutarnya dengan navigasi pada handset. Tampilan gambar akan terasa lebih hidup, saat pengguna menelusuri flyover, pemandangan malam, serta jembatan layang. Ia juga akan terasa begitu bermanfaat bila digunakan untuk memberikan penunjuk arah di perjalanan macet, karena informasi trafik disuguhkan secara real-time. Nokia telah mengembangkan teknologi ini sejak beberapa tahun yang lalu, dan kabarnya raksasa ponsel asal Finlandia itu telah menggelontorkan uang sebesar US$ 8 miliar atau setara Rp 81,6 triliun, termasuk untuk mengakuisisi perusahaan penyedia data sistem informasi geografis, Navteq. Ovi Maps 3.0, yang dapat diunduh melalui website resmi Nokia, merupakan program gratis dan dapat beroperasi pada ponsel berbasis Symbian S60 3rd Edition dan Symbian S60 5th Edition.

Sumber: vivanews.com

Perancangan Satelit Nano Ajak Mahasiswa; Siapkan Bibit Unggul di Bidang Teknologi Dirgantara

Kemampuan mahasiswa Indonesia dalam teknologi mekatronika—terutama robotik—di dunia terbukti dalam kemenangan di beberapa kancah kompetisi internasional. Karena itu, mereka akan dilibatkan dalam perancangan muatan roket dan pembuatan satelit nano.

Hal ini disampaikan Suryo Hapsoro Tri Utomo, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, dalam jumpa pers tentang Kompetisi Roket Indonesia (Korindo) 2010. Korindo ketiga ini digelar Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Kemdiknas, Universitas Gadjah Mada, dan Kabupaten Bantul di Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul, Yogyakarta. 26-28 Juni 2010. Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata mengatakan, dalam perancangan satelit nano oleh kalangan mahasiswa, peneliti Lapan akan memberikan pelatihan dan pendampingan. Lapan sendiri saat ini lebih memfokuskan pada perancangan satelit mikro yang berbobot 10 kg hingga mendekati 100 kg. Adapun satelit nano berukuran di bawah 10 kg. Dalam program pendidikan dan pelatihan perancangan satelit nano itu, Suryo mengharapkan hasilnya telah dapat dicapai tahun 2014. Satelit nano ini, kata Soewarto, dapat ditumpangi bersama satelit mikro Lapan A-2 dan Lapan A-3 (Lapan-Orari) pada roket India yang akan diluncurkan pada 2014. Dihubungi di tempat terpisah, Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun mengatakan, satelit kembar Lapan tersebut pada hari Minggu (20/6) berhasil meluncurkan roket untuk uji komponen multimisi di Pamengpeuk, Banten. Peluncuran ini pada ketinggian suborbital–satu tahap menuju orbit. Dalam uji terbang, sinyal satelit Lapan-Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) dapat diterima para anggota Orari yang berada di Lampung dan Bali.

Kompetisi rancang bangun

Korindo 2010 yang diadakan setiap tahun merupakan ajang kompetisi di bidang rancang bangun muatan roket bagi mahasiswa Indonesia yang bertujuan menyiapkan bibit unggul di bidang teknologi dirgantara, khususnya peroketan. Kompetisi tahun ini, kata Endro Pitowarno, bertema Homing Meteo Payload, yakni rancang bangun payload (muatan roket) yang mampu kembali atau menuju sasaran yang telah ditentukan setelah terpisah dari roket peluncur. Dalam hal ini mereka dituntut untuk merancang sistem propeler dan kendalinya. Korindo 2010 akan diikuti 53 tim dari 38 peserta yang kemudian diseleksi hingga tinggal 40 tim. Kompetisi ini terdiri tiga tahap seleksi, yaitu uji fungsional muatan, uji terbang muatan, dan presentasi data hasil uji terbang. Untuk pertama kalinya, kompetisi ini akan disaksikan pengamat dari Asia-Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF), dari Jepang dan Malaysia. Korindo 2010 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Lapan, Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan institusi Akademi Angkatan Udara. (YUN)

Sumber: Kompas

Murid SMP Temukan Goa Misterius di Mars

Sekelompok murid kelas VII—setara kelas I sekolah menengah pertama—menemukan goa misterius di Planet Mars. Saat itu, mereka tengah mengerjakan proyek riset guna mempelajari citra yang diambil pesawat ruang angkasa NASA yang mengorbit di planet merah itu. Temuan itu berupa penampakan yang diduga merupakan lubang pada atap goa. Keenam belas anak tersebut merupakan murid kelas sains dari Dennis Mitchell, guru kelas VII di Evergreen Middle School di Cotton Wood, California. Para murid itu tengah berpartisipasi dalam kegiatan Mars Student Imaging Program di Mars Space Flight Facility di Arizona State University. Murid-murid diminta membuat semacam proposal riset dan kemudian diperbolehkan menggunakan kamera yang tengah mengorbit di Mars untuk mengambil gambar guna menjawab pertanyaan riset mereka. Lubang yang mirip dengan temuan baru itu pernah ditemukan sebelumnya di bagian lain Mars pada 2007 oleh Glen Cushing, seorang ahli geologi asal Amerika. Cushing berpandangan, citra yang ditangkap itu menyerupai ”lubang atap”, tempat sebagian dari atap goa atau lubang aliran lava runtuh. Liang itu diduga diakibatkan oleh aktivitas vulkanik di planet merah. Pada suatu masa, aliran lava keluar dari permukaan batuan dan meninggalkan bekas berupa liang setelah erupsi usai. Ujung lubang itu tertutup oleh material yang mendingin dan sebagian ”pipa” bekas aliran lava itu bisa saja ada yang ambruk. Sejauh ini, para ilmuwan belum dapat memastikan jenis material yang tersimpan di dalam goa itu. ”Lubang ini baru bagi kami para ilmuwan,” ujar Cushing kepada para murid. Dia memperkirakan ukuran lubang itu 190 meter x 160 meter dan kedalamannya 115 meter.

Memburu aliran lava

Riset para murid itu bertujuan memburu pipa lava yang merupakan fenomena vulkanik di Bumi dan Mars. ”Mereka mengembangkan sebuah proyek riset dengan fokus menemukan lokasi ”pipa” lava yang paling lazim di Mars. Apakah fenomena itu paling sering terjadi di puncak, sisi, atau dataran sekitar gunung,” ujar Mitchell, guru mereka. Mereka lalu meneliti sebuah foto utama dan cadangan dari Pavonis Monsvolcano (gunung) di Mars. Gambar itu diambil oleh alat penangkap citra Thermal Emission Imaging System (THEMIS) dari Odyssey, milik NASA yang sedang mengorbit. Foto cadangan yang mereka teliti malah memberikan kejutan: sebuah citra bundar gelap. Citra itu merupakan lubang di Mars yang mengarah kepada adanya goa terkubur di planet itu. Temuan itu akan diperjelas lagi menggunakan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada Mars Reconnaissance Orbiter. Alat itu bisa menampilkan lebih banyak detail guna melihat ke dalam lubang itu. (SPACE.com/INE)

Sumber: kompas

Kacang Terancam Haram di Pesawat

Setelah senjata api, pisau cukur, gunting, dan benda-benda lain, bisa ada lagi satu macam barang yang dilarang dibawa ke dalam pesawat terbang berpenumpang. Benda itu adalah kacang - entah itu kacang goreng atau kacang kulit. Kebijakan itu tengah ditimbang-timbang oleh Departemen Transportasi Amerika Serikat (AS). Alasannya, pemerintah ingin melindungi para penumpang yang alergi dengan penganan berbahan kacang. Padahal, penganan seperti itu jadi layanan favorit maskapai-maskapai penerbangan kepada penumpang saat pesawat mengudara. Namun, kalangan pendukung larangan itu mengingatkan bahwa jumlah penderita alergi kacang di AS kini tidak sedikit, yaitu sekitar 1,8 juta jiwa. Maka, pekan lalu, Departemen Transportasi menerima masukan dari para penderita alergi, pakar medis, pelaku industri makanan dan masyarakat awam. Hasilnya, mereka memaparkan tiga usulan yang bakal membuat muram produsen kacang. Usul pertama, melarang semua layanan makanan berbahan kacang di semua pesawat; melarang pemberian kacang hanya ketika ada permintaan terlebih dahulu dari seorang penumpang yang alergi kacang dan; mewajibkan maskapai menerapkan "zona bebas kacang" di dalam pesawat bila diminta seorang penumpang.

Pemerintah saat ini baru sebatas menampung usulan. "Kami baru meminta komentar mengenai apakah kami harus menerapkan satu dari tiga usul itu," kata jurubicara Departemen Transportasi, Bill Mosely. "Kami bisa saja tidak menerapkan satu pun dari usul-usul itu," lanjut Mosely. Namun, saran itu ditanggapi sinis oleh kalangan petani dan produsen kacang. "Kacang kan penganan yang enak dan itu juga penganan orang Amerika," kata Martin Kanan, kepala eksekutif korporat King Nut, perusahaan asal Ohio yang memasok penganan kacang ke maskapai-maskapai di AS. "Lalu apa berikutnya? Melarang kacang di taman?" lanjut Kanan secara ketus. Menurut penelitian medis di AS, alergi pada kacang bisa mengancam jiwa penderita. Bahkan, dengan hanya mencium aromanya, penderita alergi kacang bisa mengalami gangguan, baik itu gatal, bersin, maupun batuk. Sejaun ini, maskapai Continental, United, US Airways, dan JetBlue, sudah menghentikan pemberian kacang kepada penumpang. Maskapai Delta dan Southwest hanya memberi kacang bila ada permintaan khusus, sedangkan American Airlines tidak menyedia kacang, namun tetap menawarkan penganan yang memiliki kandungan kacang kepada penumpang. (Associated Press)

Sumber: Vivanews.com

MEMIKIRKAN DESAIN SEPEDA YANG SESUAI

Jalur sepeda sekarang sudah banyak dibangun. Ah, mimpi kali ya.... Kalau Jakarta justru membatalkan jalur sepeda nih kabarnya. Di beberapa tempat tujuan wisata populer, seperti Ancol, ”habis-habisan” membikin jalur sepeda. Tak hanya membuatkan jalur sepeda, Ancol juga meminjamkan sepeda. Tetapi jangan coba-coba bawa sepeda ke Kebun Raya Bogor ya! Soalnya di Kebun Raya Bogor terlarang untuk sepeda. Walau kenyataannya ternyata di dalamnya para pegawai menggunakan sepeda motor, tetapi ya gimana lagi. Beberapa kampus ada yang ramah dengan sepeda, ada juga yang sama sekali tak memberi ruang untuk sepeda. Salah satu kampus yang mengampanyekan sepeda dan sudah membuat jalur sepeda adalah Universitas Indonesia. Tentunya, jalur-jalur yang baru tumbuh itu harus dimanfaatkan dong. Selama ini, yang bertebaran rutin di jalanan adalah sepeda-sepeda mountain bike alias MTB. Kayaknya gimana gitu ya kalau naik MTB.... Frame asyik, ban lebar dan besar, posisi membungkuk jika dikendarai... ah sensasi apa ya yang kalian rasakan jika naik MTB? Gagah? Memesona? Namun, yang kita bahas adalah kampus lho, yang sudah beraspal dan jalanannya rata. Naik turun mungkin ada, tetapi enggak sampai ngeri seperti turun dari ngarai gunung. Apa sebenarnya MTB cocok untuk jalanan di kampus? Jelas tidak cocok, bro! Kalau boleh berterus terang sedikit sih, itu namanya saltum alias salah kostum, meliputi kostum pakaian hingga kendaraannya.

Desain yang baik

Dudy Wiyancoko, Ketua Desain Produk Industri Institut Teknologi Bandung, mengatakan, sepeda yang bertebaran di kampus umumnya hanya berdasarkan selera dan gaya hidup individu penggunanya. Biasanya tak menyesuaikan dengan kaidah penggunaan yang baik ataupun estetikanya. Dudy sekarang sedang mendesain sebuah sepeda yang dia beri nama student bike, khusus didesain untuk mahasiswa dan pelajar SMA. ”Kampus itu mesti ekologis, sarana transportasi sepeda akan membuat kampus sehat,” itulah latar belakang utama yang mendorong Dudy mengupayakan desain sepeda yang sesuai. ”Student bike itu biasanya untuk mobilitas yang tidak jauh. Dampaknya pada desain, ban sepeda akan menggunakan ukuran kecil, 16 inci, dan ada keranjang untuk membawa buku-buku,” kata Dudy. ”Jadi yang cocok untuk pelajar bukan sepeda gunung yang rodanya besar, bukan juga sepeda yang untuk ngebut. Fokus pada desain sepeda yang intelek, sesuai untuk pelajar, dan ringan dituntun jika kita berjalan kaki,” lanjut Dudy.

Estetika

Apa yang diutarakan Dudy tersebut adalah dari sisi desain. Dari sisi estetika, ide Dudy cukup dahsyat jika bisa diaplikasikan. ”Perlu dilengkapi infrastruktur parkir yang memadai,” jelas Dudy. Wah, makan tempat dong? Ups, jangan salah sangka. ”Parkir sepeda bisa didesain untuk menjadi elemen estetika dari kampus. Misalnya, ketika diparkir bisa berfungsi menjadi bangku taman di taman kampus,” katanya. Hingga kini, ide Dudy tersebut masih dalam tahap proposal dan belum mendapat persetujuan dari produsen sepeda. Apakah bentuk sepeda itu akan revolusioner? Kata Dudy, desain sepeda harus memiliki kemudahan untuk diproduksi secara terjangkau. Jadi, kalau terlalu revolusioner, dikhawatirkan harganya akan menjadi mahal bagi pelajar. ”Kalau aneh-aneh, takutnya tak terjangkau harganya,” katanya. Sepeda hingga kini memang hanya menjadi pelengkap gaya bagi sebagian kalangan. Cuma beberapa kota saja yang benar-benar menjadikan sepeda sebagai sarana transportasi harian. Di Yogyakarta, yang dulu menyandang predikat kota sepeda, kini sudah tak sebanyak dulu. Kalah dengan kota kecil seperti di Pekalongan, yang benar-benar menjadikan sepeda sebagai sarana transportasi harian yang harus nyaman dan fungsional. Mirip seperti harapan Dudy, di Pekalongan didominasi sepeda bekas asal Jepang yang semuanya memiliki keranjang untuk membawa barang bawaan. Sepeda jengki atau jenis city bike, bagi orang Pekalongan, benar-benar enak diajak melaju di atas jalan raya beraspal. Polygon, sebagai salah satu produsen, ternyata juga mencermati kecenderungan ini. Oleh karena itu, walau belum spesifik memikirkan desain khusus kampus, kini Polygon mulai memikirkan sepeda yang pas untuk para commuter atau pelaju, yang enak dikendarai di jalan raya umumnya. ”Orang-orang umumnya masih punya persepsi, sepeda untuk balapan itu yang mahal. Padahal, city bike atau comfort bike kalau digarap dengan baik akan bagus hasilnya. Tahun ini, kami mulai membuat Zenith, istilahnya premium commuting bike,” kata Zendy Renan dari Polygon. ”Biarkan MTB di habitatnya, yaitu di gunung, road bike atau sepeda balap yang untuk kenceng-kencengan, dan commuter bike lebih untuk jalan reguler sehari-hari,” kata Zendy. (AMR)

Sumber: Kompas,29-06-2010

Wimax Turunkan Tarif Internet 40 Persen

PT First Media Tbk menjanjikan tarif internet bisa lebih murah 40 persen dalam waktu tiga bulan ke depan melalui layanan operator 4G berbasis Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax) yang baru dibentuknya, Sitra Wimax. Jerome Teh, Chief Marketing Officer Sitra menjelaskan tarif yang lebih murah bisa didapatkan pengguna internet karena Wimax merupakan teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita lebar layaknya Wi-Fi. Namun dengan jangkauan lebih luas dan kemampuan transmisi lebih cepat mencapai 75 Mbps. "Kami resmi meluncurkan merek Sitra 4G Wimax mulai Senin (28/6). Selama tiga bulan ke depan, masyarakat diberi kesempatan untuk mencoba layanan Wimax. Setelah itu kami resmi menjualnya komersial," kata Jerome, seperti dilansir situs Kontan, Senin (28/6/2010). Menurut Jerome, kehadiran Wimax akan mengubah peta kompetisi akses data di Indonesia. Sehingga akan memaksa pemain yang ada menurunkan harga akses data namun dengan kualitas yang masih sama. Sekedar informasi, sebelum lelang BWA dimulai para peserta tender memperkirakan tarif internet akan turun dari Rp 750.000 untuk 1 Mbps per bulan, menjadi Rp 300.000 sampai Rp 500.000 untuk 1 Mbps per bulan. "Untuk saat ini Sitra baru memberikan kualitas lebih tinggi, tetapi harganya sama. Soalnya regulasi BWA saja meminta kami untuk memberikan akses data mulai dari 256 Kbps," ungkapnya. Sitra nantinya akan mengurusi zona Broadband Wireless Access (BWA) yang tahun lalu tendernya dimenangi First Media yaitu Sumatera Bagian Utara dan Jabodetabek. Namun untuk tahap awal, Wimax milik Sitra akan hadir di Jakarta, Banten, Depok, Bekasi, dan Tangerang terlebih dahulu. "Kami menyediakan dana sekitar Rp 236 miliar hanya untuk mendapatkan lisensi dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi tahun pertama. Sedangkan untuk pengembangan infrastruktur, investasinya lebih dari itu," ujarnya sambil menolak merinci lebih jauh.(KONTAN/Gentur Putro Jati)

Sumber: Kompas.com

Asteroid di Laut Timor Bekukan Antartika?

Asteroid raksasa yang menghantam Laut Timor 35 juta tahun yang lalu diduga mengakibatkan dampak yang luar biasa -- ikut mendorong pembentukan lapisan es di Antartika. Seperti dimuat laman New Scientist, Selasa 1 Juni 2010, ilmuwan Australian National University (ANU) Andrew Glikson menganalisa, sebuah kubah yang ditemukan 2,5 kilometer di bawah permukaan Laut Timor -- sekitar 300 kilometer barat laut perairan Australia. Berdasarkan struktur kubah -- yang dinamakan Puncak Ashmore -- ada dua hal yang bisa menjelaskan formasi pembentukan kubah itu, dari gunung lumpur (mud volcano) atau pergerakan tektonik lempeng Bumi. Menggunakan rangkaian tes, termasuk pemindaian mikroskop elektron dan survei seismik, juga analisa kimia bebatuan pembentuk, Glikson menyimpulkan, kubah tersebut tercipta akibat benturan asteroid yang menghujam Bumi -- yang dalam kecepatan tertentu mengakibatkan pergeseran kerak Bumi. Imaji dari pemindaian elektron menunjukkan, retakan dan bebatuan yang hancur di permukaan kubah tak seperti yang kerap dijumpai pada fenomena pergerakan lempeng tektonik. Sementara, survey seismik membuktikan kubah itu bukanlah gunung lumpur, sebab, berukuran diameter 50 kilometer dan tinggi sekian kilometer. Jauh lebih besar dari mud volcano di Azerbaijan yang hanya berdiameter 10 kilometer. Lalu, apa kaitannya dengan pembentukan lapisan es di Antartika?

Seperti dimuat laman News Discovery, asteroid tak hanya menghantam Laut Timor. Juga ditemukan struktur yang sama yang diduga hasil tumbukan asteroid pada periode yang sama, yakni di Teluk Chesapeake di pesisir Virginia selebar 85 kilometer. Ada juga di Siberia selebar 100 kilometer, dan beberapa titik jatuh asteroid lainnya di Amerika Utara. Asteroid yang bertubi-tubi menghantam Bumi diyakini menjadi penyebab turunnya suhu Bumi secara drastis. Sekitar sejuta tahun pasca hantaman asteroid-asteroid, Selat Drake -- perairan di antara Antartika dan Amerika Selatan yang tertutup rapat, menjadi terbuka. Aliran air yang menuju ke Selat Drake dan mengisolasi iklim Antartika -- yang lantas mendorong pertumbuhan lapisan es. (umi)

Sumber: vivanews.com

Nokia Kewalahan Hadapi Pasar Telepon Pintar

Perusahaan riset Gartner menyatakan penjualan telepon pintar tercanggih buatan Nokia, yakni N900 ternyata tak sampai 100 ribu unit dalam waktu lima bulan sejak diluncurkan ke pasaran. Telepon pintar berlayar sentuh 3,5 inci dan dilengkapi keyborad QWERTY ini adalah handset pertama di dunia yang telah dilengkapi browser internet Firefox for Mobile buatan Mozilla. Tapi nampaknya daya tarik tersebut tak dapat menandingi pangsa pasar iPhone dan Blackberry. Menurut Gartner, ini adalah tantangan serius bagi Nokia untuk dapat menandingi iPhone dan Blackberry. Adapun penjualan iPhone, sudah mencapai 8,75 juta unit dalam waktu tiga bulan, yakni periode Januari sampai Maret 2010. Dalam acara Open Mobile Summit trade conference yang berlangsung di London, Jum'at kemarin, Kepala Divisi Penjualan Nokia Alberto Torres, menolak berkomentar terhadap melemahnya posisi Nokia di pasar telepon pintar. "Penjualan memang terkadang melampaui perkiraan kita," ujarnya singkat.

Sumber: tempointeraktif

LIPI Temukan Anggrek Terkecil di Dunia

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Destario Metusala menemukan anggrek dari genus Oberonia sp. Anggrek berukuran 1,1 -1,5 milimeter ini merupakan yang terkecil di dunia. "Selama ini anggrek terkecil di dunia ada di Ekuador dengan ukuran 2 mm - 2,1 mm," kata Destario Metusala, Sabtu (29/5). Dengan penemuan ini, kata Destario, dapat diklarifikasi bahwa untuk sementara ini rekor anggrek terkecil di dunia telah dikalahkan. Namun, dia tidak dalam posisi mengklaim Oberonia sp sebagai anggrek terkecil di dunia. Sebab, hal itu perlu kajian ilmiah lebih dalam lagi. "Tetapi paling tidak, sementara ini kita dapat berbangga. Anggrek Indonesia telah menggeser posisi anggrek Ekuador yang sebelumnya diklaim sebagai anggrek paling kecil di dunia," kata Destario. Destario menambahkan, anggrek yang diperoleh dalam eksplorasi di Kepulauan Mentawai memang kurang memiliki nilai komersial di kalangan penggemar anggrek. Namun, dari sudut pandang botani, anggrek itu memiliki nilai pengetahuan yang tidak ternilai. Dari pengamatan mikroskop, anggrek Oberonia sp memiliki bunga berwarna jingga terang. Rangkaian bunga disusun atas ratusan kuntum bunga yang tersusun teratur dalam pola spiral. "Sangat tidak menutup kemungkinan akan ditemukan anggrek dengan ukuran yang lebih kecil, mengingat masih banyak spesies Oberonia sp di Indonesia yang belum diteliti," ujar Destario.(ANT/ULF)

Sumber: liputan6.com

Hore! Bisa Main SMS dan Internetan di Pesawat

Mulai akhir tahun ini, penumpang pesawat untuk penerbangan jauh tidak akan lagi "mati gaya." Mereka akan diperbolehkan mengirim SMS maupun bermain internet dengan menggunakan ponsel atau komputer pribadi, namun harus siap mengeluarkan biaya "selangit." Tawaran itu digulirkan oleh maskapai Air New Zealand. Maskapai asal Selandia Baru ini mulai November mendatang akan membuat para penumpang bisa dengan leluasa kirim SMS maupun update status di laman jejaring sosial. Selama ini, di semua maskapai, kegiatan-kegiatan seperti itu tabu dilakukan penumpang selama pesawat mengudara, dengan alasan dapat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi di kokpit bila perangkat sinyal pada ponsel dan laptop diaktifkan, sehingga berbahaya bagi penerbangan. Itulah sebabnya penumpang, selama penerbangan, tidak bisa berkomunikasi dengan teman-teman atau kerabat mereka di darat. Maka, Air New Zealand mencoba mengatasi masalah itu dengan memasang perangkat komunikasi SMS dan sistem data Aeromobile pada armada pesawat baru, Boeing 777-300ER, yang akan mulai beroperasi akhir tahun ini. Dengan demikian penumpang bisa bebas berkomunikasi lewat SMS di ponsel dan berinternet di laptop tanpa membahayakan penerbangan. "Masukan dari para konsumen menunjukkan bahwa mereka berharap bisa kirim SMS, mengecek email, dan tetap berhubungan dengan teman-teman, kerabat, maupun kolega selama penerbangan jarak jaruh," kata Ed Sims, general manajer internasional Air New Zealand seperti yang dimuat laman harian Times, Kamis 27 Mei 2010.

Untuk layanan demikian, Air New Zealand membebankan biaya kepada penumpang melalui operator ponsel yang bersangkutan. Untuk layanan internet dikenakan tarif NZ$40 (sekitar Rp 250.000) per megabyte data, sedangkan untuk layanan SMS dikenakan biaya sebesar 80 sen (sekitar Rp5.000) per pengiriman pesan, namun untuk SMS yang masuk tidak dikenakan biaya. Kendati SMS dan internet bakal diperbolehkan, Air New Zealand masih melarang penumpang melakukan percakapan suara lewat telepon (voice calls). Namun, belum ada komentar dari Air New Zealand bagaimana mengawasi penumpang untuk tidak melakukan voice calls selama penerbangan. Layanan ini baru akan berlaku untuk rute pp Auckland - Los Angeles dan Auckland - London. (hs)

Sumber: vivanews.com

NASA Pulihkan Voyager 2 yang 'Dibajak Alien'

Para ahli Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akhirnya berhasil memulihkan Voyager 2 yang semula bermasalah. Sebelumnya selama tiga minggu lalu, NASA dibuat bingung karena Voyager 2 mengirimkan sinyal aneh yang tidak bisa dibaca oleh para ilmuwan antariksa. Hal ini memicu spekulasi Vogayer 2 telah dibajak alien. Pesan yang tidak bisa dibaca itu dianggap sebagai upaya alien berkomunikasi dengan makhluk bumi. Voyager 2 merupakan pesawat tak berawak milik Amerika Serikat yang diluncurkan pada 20 Agustus 1977. Pesawat ini termasuk pesawat tak berawak paling tua yang pernah dibuat setelah Voyager 1. Setelah 33 tahun lalu diluncurkan untuk menembus batas alam semesta, baru-baru ini Voyager 2 mengirimkan pesan dalam format yang tak bisa dibaca ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA. Menurut teknisi NASA telah terjadi kerusakan disalah satu bit tunggal pengirim sinyal. Untuk itu sejak minggu lalu, melalui teknik perbaikan jarak jauh teknisi dari Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, mengklaim telah mengembalikan posisi komputer yang ada seperti semula. “Setelah reset komputer, Voyager 2 telah kembali pada jalur yang sesuai,” kata Manajer Proyek Voyager 2 Ed Massey seperti dikutip space.com, Sabtu 29 Mei 2010.

Menurut Massey, kerusakan itu dimulai sejak 22 April, saat keberadaan Voyager 2 sekitar 8600000000 mil (13,8 miliar km) dari Bumi. Lokasi ini sudah mendekati heliosphere (gelembung magnetik yang mengelilingi tata surya kita) Matahari. “Pesawat tiba-tiba mengirim data yang tidak diketahui formatnya,” kata Massey. Apa sebenarnya penyebab dari kesalahan komputer itu juga masih belum diketahui. Dugaan sementara bahwa kerusakan itu terjadi karena ada pembalikan bit memori. Kejadian ini juga pernah terjadi pada Voyager 1, pendahulunya. Namun kejadian itu pada jarak yang masih dekat dengan Bumi, sekitar 1 atau 2 AU (unit astronomi). Satu AU adalah jarak antara Bumi dan matahari, sekitar 93 juta mil (151 juta km). Jarak itu dinilai cukup dekat untuk sebuah sistem onboard sehingga akan terpengaruh oleh muatan listrik dari angin surya matahari. “Dalam beberapa pesawat ruang angkasa memang aktivitas matahari akan bisa mempengaruhi. Tapi karena ini sudah sangat jauh, sulit bagi kami untuk mengatakan itu penyebabnya,” kata dia. Posisi Voyager 2 dan Voyager 1 saat ini masih terus menuju keluar dari sistem matahari. Para ilmuwan berharap dengan telah diperbaikinya sistem data, mereka kemudian akan mengirimkan kembali data terbaru untuk membantu menjawab pertanyaan seputar gelembung magnetik di sekitar tata surya. (umi)

Sumber: vivanews.com