
Wina (ANTARA News) - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menegaskan bahwa
Indonesia adalah negara yang paling siap mengembangkan energi nuklir, bersama dua negara lainnya Jordania dan
Vietnam. "Dukungan IAEA ini sebagai dorongan politis bagi
Indonesia untuk mengembangkan PLTN," kata Duta
Besar RI untuk Austria I Gusti Agung Wesaka di Wina,
Austria, Rabu malam. Saat ini, menurut dia, yang masih menjadi masalah bagi
Indonesia adalah penerimaan publik dan keputusan politik, sedangkan aspek-aspek lain dinilai sudah memenuhi. "Bangka Belitung tidak bisa bergerak tanpa keputusan politik dari pusat. Sementara
Vietnam sudah lebih dulu memulainya dengan menyepakati kerja sama pembangunan PLTN dengan Rusia," katanya. Kesimpulan itu adalah hasil penelitian IAEA yang bermarkas di Wina, berjudul "Integrated Nuclear Infrastructure Review 2009" yang meneliti kesiapan negara berkembang mengembangkan PLTN. Dirjen IAEA Yukia Amano sangat antusias mendukung
Indonesia mengembangkan nuklir dan berharap bisa berkunjung ke
Jakarta dalam waktu dekat. Sementara itu Gubernur Bangka Belitung Eko Maulana Ali mengatakan,
Babel siap mendukung pembangunan PLTN dengan menyediakan dua lokasi di Bangka Selatan dan Bangka Barat. Ia menegaskan, bahwa
Babel membutuhkan listrik untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kesejahteraan rakyat. "Kami berharap pemerintah juga membangun transmisi listrik dari Jawa ke Sumatera dan ke
Babel sehingga PLTN di Babel bisa menambah kapasitas listrik nasional," katanya. Ia juga meminta rakyat
Babel mendukung program persiapan pembangunan PLTN tersebut.(*)
Sumber: Antara, Kamis, 16 Desember 2010
Comments :
Post a Comment